Tanya Dokter

  • apakah penyakit radang amandel bisa menular ?

  • Hallo dok, saya mau tanya, teman kos saya ada yg menderita penyakit radang amandel dan saya pernah berbagi minuman dengan dia, apakah penyakit radang amandel bisa menular ? Jika memang iya apa yg harus saya lakukan ? Agar tidak tertular, mungkin itu saja dok, terimakasih

    Dear Fahri, Amandel atau tonsil adalah kelenjar adenoid yang berfungsi sebagai penangkal infeksi pertama yang masuk melalui mulut. Kelenjar ini dapat membengkak apabila mengalami peradangan yang disebut tonsilitis (radang amandel). Gejala tonsilitis berupa:

    • sakit menelan
    • demam
    • batuk
    • sakit kepala
    • pembengkakan kelenjar getah bening di leher
    • kelelahan
    • dsb.
    Penyebab tonsilitis umumnya adalah infeksi virus atau bakteri. Infeksi oleh virus dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu kira-kira satu minggu. Jika penyebabnya bakteri maka memerlukan pengobatan dengan antibiotik. Penularan virus atau bakteri penyebab tonsilitis melalui:
    • tanpa sengaja menghirup butiran bersin atau batuk penderita tonsilitis
    • memegang permukaan benda yang terkontaminasi virus atau bakteri tersebut lalu memegang mulut atau hidung, minum dari gelas yang sama dengan penderita tonsiltis juga dapat menularkannya
    Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter THT bila mengalami gejala serupa dengan tonsilitis. Dokter akan menganalisis gejala yang Anda alami dan melakukan pemeriksaan fisik, khususnya pemeriksaan tenggorokan. Tes penunjang seperti tes darah dapat dokter anjurkan. Terapi yang sesuai akan dokter berikan. Anjuran yang dapat Anda lakukan:
    • minum air putih dalam jumlah cukup minimal 10 gelas setiap hari
    • konsumsi air hangat yang dicampur madu dan lemon
    • kumur dengan air garam hangat atau cairan kumur antiseptik
    • konsumsi makanan bergizi seimbang secara teratur
    • manajemen stres dengan bijak
    • cukup tidur dan aktif bergerak (berolahraga rutin)
    Artikel yang dapat Anda baca: Radang amandel Semoga bermanfaat dan salam, dr. Rony Wijaya