Tanya Dokter

  • Amankah operasi triger finger untuk bayi usia 5 bulan?

  •  Pujinurulf
    Anggota
    Halo alodokter. Anak saya usia 5 bulan 2 minggu. Jempol kiri mengalami trigger thumb sudah konsul ke dsa, setelah dirujuk ke spot anak ternyata disarankan untuk operasi agar tendon yang bengkak tidak tersangkut di pulley jarinya. Untuk operasi tersebut diperlukan bius total. Apakah prosedur itu aman untuk usia anak saya? Pembiusan total tifak akan mengakibatkan efek negatif kedepan terhafap dirinya? Dan bila operasi tersebut ditunda karena alasan usia yang terlalu muda apakah baik untuk perkembangan jarinya? Ataukah harus segera dilakukan? Terimakasih atas bantuannya.

    Halo Puji,

    Terimakasih atas pertanyaanya di Alodokter. Trigger finger atau stenosing tenosynovitis, adalah sebuah kondisi di mana jari terkunci pada posisi menekuk, yang dapat menyebabkan rasa sakit dan membatasi pergerakan tangan yang terkena. Ini terjadi saat tendon pada jari, membengkak, sehingga menghalanginya bergulir dengan mudah melalui sarungnya yang merupakan jaringan yang menutupi tendon. Saat jari menekuk, tendon yang bengkak akan tertarik melewati sarung yang sempit, sehingga menyebabkan suara ledakan diiringi dengan rasa sakit.

    Penanganan dari kasus ini tergatnung dari tingkat keparahannya. Pada kasus trigger finger yang ringan dapat diatasi dengan belat, yang dipasangkan pada jari hingga enam minggu. Belat menjaga jari pada posisi lurus selama proses penyembuhan, yang berarti pergerakan tangan akan sedikit terbatas. Tujuannya untuk memberikan masa istirahat sehingga sendi yang sakit dapat sembuh dan peradangannya berkurang. Ini juga menjaga jari agak tidak bengkok, saat pasien tidak sadar, misalnya tertidur. Menggunakan belat juga membantu mengurangi rasa sakit yang disebabkan trigger finger, terutama pagi hari saat rasa sakit memuncak. Setelah peradangannya sembuh, dokter akan merekomendasikan olahraga jari untuk membantu pasien mengembalikan mobilitas sendi yang sakit secara penuh. Meskipun kondisinya ringan, pasien juga disarankan mengurangi gerakan mencengkram berulang-ulang untuk 3 – 4 minggu.

    Selama pengobatan pasien akan diberikan obat anti-inflamasi seperti naproxen atau ibuprofen untuk mempercepat penyembuhan tendon yang bengkak.

    Beberapa pasien melaporkan perkembangan setelah meletakkan es di bagian yang sakit atau setelah merendam tangan di air hangit pada pagi hari.

    Lamanya masa penyembuhan trigger finger sangat tergantung pada keparahan kondisi.

    Pada kasus parah, pasien memiliki tiga pilihan pengobatan: suntik steroid, pelepasan perkutan, dan bedah. Pengobatan steroid digunakan dengan menyuntikkannya secara langsung pada sarung tendon yang sakit untuk mengurangi peradangan di bagian tersebut. Ini pengobatan yang biasa dilakukan karena sederhana dan hanya menimbulkan sedikit rasa sakit. Namun, ini hanya disarankan jika pasien tidak menderita diabetes. Untuk mereka yang memiliki diabetes, tingkat kesuksesan menurun dari 90% menjadi 50%. Kadang, pasien disuntik untuk kedua kalinya guna mencapai hasil yang diinginkan.

    Dalam beberapa kasus, pasien membutuhkan pelepasan trigger finger perkutan, prosedur di mana sebuah jarum digunakan untuk melepas jari yang terkunci. Pelepasan perkutan paling efektif digunakan pada jari telunjuk, tengah, dan manis.

    Dalam kasus parah lainnya, bedah mungkin diperlukan, misalnya pada situasi yang langka. Namun, bedah hanya digunakan sebagai pilihan terakhir jika jari yang terkunci tidak merespon teknik pelepasan lainnya. Untuk mengobati trigger finger dengan pembedahan, sebuah sayatan di buat pada pangkal jari yang sakit, lewat sayatan tersebut, dokter ortopedi akan memotong bagian sarung yang menyempit, sehingga tendon dapat bergeser kembali dengan mudah.

    Pada dasarnya setiap tindakan operasi pada usia berapapun akan memiliki resiko sendiri, namun biasanya sebelum dilakukan operasi akan dilakukan persipan terlabih dahulu seperti pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh untuk menghindari resiko operasi yang tidak diinginkan. Konsultasikan hal ini dengan dokter Anda untuk mendapatkan informasi yang lebih terperinci.

     

    Demikian informasi dari saya, semoga bermanfaat.

     

    Salam,

     

     

    Dr. yuniar