Tanya Dokter

  • Penanganan diare pada anak 1,5 tahun

  •  Dyah Ningrum
    Anggota
    Dear tim Dokter, Anak saya (1.5th) pada 2 minggu lalu menderita muntaber dan sudah ditangani tim dokter didekat rumah lalu sehari setelah muntaber selesai anak saya sembelit, tidak BAB selama 3 hari dan sering mengejan tapi tidak keluar BAB nya. Lalu saya obati dengan microlax yang alhamdulillah kemudian sembuh. Tapi sehari setelah sembelit tekstur BAB anak saya jadi encer dan jumlahnya banyak. Frekuensi BAB hanya sehari sekali (sampai hari ini sudah dua hari mencret). Mohon penjelasannya dok apa yang harus saya lakukan? Untuk makanan selalu 4 bintang dan dua hari ini saya liburkan serat dulu karena takut jadi diare. Terima kasih.

    Terimakasih telah bertanya di Alodokter

     

    Diare adalah adanya BAB cair (Sedikit ampas) dengan frekuensi BAB lebih dari 3x dalam sehari. Keadaan diare pada anak paling sering disebabkan oleh adanya infeksi pencernaan akibat virus (rotavorus). Apabila anda mengalami diare perlu diperhatikan TANDA DEHIDRASI (KEKURANGAN CAIRAN).

    Obat-obatan yang dikonsumsi ketika anak diare bekerja memberhentikan diare dengan cara membuat feses menjadi lebih padat. Konsumsi Obat untuk diare sebaiknya dihentikan bila sudah tidak diare. Sebab apabila penggunaan diteruskan dapat menyebabkan konstipasi. 

     

    Konstipasi atau sembelit adalah kesulitan BAB dengan frekuensi BAB kurang dari 3x dalam seminggu.

    Konstipasi dapat disebabkan oleh :

    -Efek samping obat yang dikonsumsi misalnya obat diare

    -Kurang minum/cairan

    -Kurang konsumsi serat

    -Perubahan pola makan

    -Kebiasaan mengabaikan keinginan untuk buang air besar

     

    Anjuran untuk mengurangi keluhan konstipasi :

    -Stop obat-obatan yang kemungkinan menjadi penyebab

    -Banyak minum air

    -Berikan anak konsumsi makanan yang kaya serat seperti sayur dan buah

    -Biasakan anak untuk teratur BAB setiap harinya

    -Sebainya hindari langsung memberikan obat pencahar melalui anus tanpa instruksi dokter

     

    Apabila keluhan berlanjut sebaiknya anda membawa anak anda berkonsultasi ke dokter spesialis anak untuk mendapatkan penanganan dan pemeriksaan yang sesuai dengan penyebab keluhannya.

    Bsrikut artikel terkait KONSTIPASI

     

    Semoga bemanfaat

    Salam, dr. Natalia