Tanya Dokter

  • Penanganan tepat untuk penyakit hepatitis C

  •  riafitria123
    Anggota
    Halo dokter selamat sore Dok saya mau tanya suami saya mcu dan hasilny total anti hcv nya reactive (hasil anti hcv positif lemah s/n <5) Apakah suami saya kena hepatitisny parah?apakah msih bisa sembuh?sedangkan suami saya smpai saat ini baik2 saja tdk ada gejala2 yg timbul..ap yg hrus saya lakukan?pantangan makanan dan makanan apa yg hrus dikonsunsi utk penyembuhannya? mohon bantuannya ya dok..terimksh

    Halo riafitria123, terimakasih atas pertanyaannya untuk Alodokter

     

    Hepatitis C adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Hepatitis C di organ hati. Virus ini ditularkan melalui kontak dengan cairan tubuh seperti darah, cairan vagina, cairan semen yang mengandung virus hepatitis C, atau melakukan transfusi darah dan transplantasi organ dari penderita hepatitis C. Infeksi hepatitis C cenderung menjadi kronis dan menyebabkan kerusakan pada organ hati berupa sirosis hati, gagal hati, ataupun kanker hati. Hanya pada sebagian kecil orang (kurang dari 15%) yang dapat mengalami kesembuhan spontan tanpa pengobatan.

    Infeksi hepatitis C memang sering kali tidak menimbulkan gejala apa-apa selama bertahun-tahun sampai akhirnya terjadi kerusakan hati dan gejala yang muncul biasanya merupakan gejala dari kerusakan hati. Berikut ini adalah beberapa gejala yang mungkin muncul:

    1. rasa lemas dan mudah lelah
    2. penurunan nafsu makan
    3. penurunan berat badan
    4. kuning pada kulit dan mata
    5. kencing berwarna gelap
    6. gatal kulit
    7. asites (penumpukan cairan di rongga perut)
    8. bengkak di kaki
    9. mudah terjadi perdarahan dan memar
    10. kebingungan, penurunan kesadaran, sulit berbicara (bila terjadi ensefalopati hepatitis)
    11. munculnya spider angioma di daerah perut 

     

    Karena gejala yang baru dapat muncul bertahun-tahun setelah terinfeksi, diperlukan pemeriksaan khusus untuk mendiagnosis hepatitis C. Pemeriksaan biasanya diawali dengan pemeriksaan Anti HCV (antibodi terhadap hepatitis C virus). Anti HCV yang reaktif sebenarnya belum tentu menandakan bahwa seseorang memiliki infeksi Hepatitis C saat ini. Anti HCV reaktif menandakan bahwa seseorang pernah terinfeksi Hepatitis C, bisa masih terinfeksi saat ini, bisa juga pernah terinfeksi di waktu lampau dan sekarang sudah sembuh. Untuk memastikan apakah terdapat infeksi atau tidak, diperlukan pemeriksaan lanjutan berupa pemeriksaan HCV RNA. Bila terdeteksi adanya HCV RNA berarti orang tersebut memang menderita hepatitis C. Namun bila HCV RNA tidak terdeteksi maka kemungkinan orang tersebut sudah sembuh dari penyakit hepatitis C nya.

     Bila memang suami anda terinfeksi hepatitis C (setelah dilakukan pemeriksaan HCV RNA), maka suami anda memerlukan terapi untuk menyembuhkan hepatitis C nya. Dahulu pengobatan Hepatitis C dilakukan dengan pemberian suntikan interferon dan pil Ribavirin. Pengobatan ini hanya 40-50% efektif dalam mengontrol Hepatitis C. Selain efektivitasnya yang tidak tinggi, pengobatan tersebut memiliki banyak efek samping yang tidak nyaman bagi pasien. Saat ini telah ditemukan obat baru untuk menyembuhkan hepatitis C. Obat baru ini dapat menyembuhkan 90% pasien Hepatitis C. Namun pengobatan baru ini masih sangat mahal. Pengobatan baru untuk Hepatitis C meliputi:

    1. Harvoni (kombinasi Sofobuvir dan Ledipasvir), diminum 1 pil per hari selama 8-12 minggu
    2. Viekira Pak (kombinasi Ombitasvir, Paritaprevir, dan Ritonavir), diminun 2 pil 1 kali per hari ditambah dengan Dasabuvir 2 kali per hari selama 12-24 minggu
    3. Olysio (Simeprevir) dikombinasikan dengan Peginterferon alfa dan Ribavirin, selama 12 minggu, dilanjutkan dengan Peginterferon alfa dan Ribavirin saja hingga 12-36 minggu setelah berhenti Olysio

     

    Sebaiknya anda mendiskusikan kembali dengan dokter suami anda mengenai ketersediaan obat-obat baru ini beserta harganya.

     

    Sekian yang dapat saya informasikan, semoga bermanfaat.

     

    dr. Irna Cecilia