Tanya Dokter

  • tujuan pemeriksaan anti-rubella dan anti-CMV

  •  Ratna Ningsih
    Anggota
    Dok kmrin saya melakukan tes lab. Trus hasil nya anti rubella igg konts 142 dan anti cmv kont 43 . Itu di sebabkan oleh apa? Terus jika terkena penyakit itu apa saya bisa punya ktrunan ?

    Hai,

    Pemeriksaan anti-rubella dan anti-CMV ditujukan untuk mencari ada/tidaknya antibodi terhadap virus tersebut di dalam darah. Antibodi merupakan zat kekebalan tubuh yang diproduksi oleh sel darah putih saat terjadi infeksi. Zat kekebalan / antibodi ini adanya banyak jenisnya; namun yang sering diperiksa ialah IgM dan IgG. IgM atau imunoglobulin M adalah antibodi yang muncul saat infeksi pertama kali. Sebaliknya IgG atau imunoglobulin G adalah antibodi yang muncul saat infeksi sudah terjadi di masa lampau.

    Deteksi IgG anti-rubella yang positif menandakan bahwa Anda mungkin pernah mengalami infeksi rubella di masa lampau dan saat ini kemungkinan besar Anda sudah kebal terhadapnya. Begitu juga dengan anti-CMV -- apabila kadarnya tinggi dalam darah, hal tersebut kemungkinan besar menunjukkan bahwa Anda pernah terinfeksi Cytomegalovirus (CMV) di masa lampau dan saat ini sudah kebal terhadapnya.

    Pemeriksaan anti-rubella dan anti-CMV biasanya merupakan bagian dari pemerikaan TORCH, yaitu pemeriksaan terhadap ada/tidaknya infeksi toxoplasma, rubella, cytomegalovirus dan herpes. Biasanya pemeriksaan ini dilakukan pada mereka yang menginginkan kehamilan. Adanya infeksi-infeksi tersebut selama kehamilan berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan ibu maupun janin. Namun, biasanya yang menyebabkan masalah ialah infeksi yang baru pertama kali terjadi selama kehamilan (belum ada antibodi IgG yang mampu menangkal infeksi baru), dan bukan infeksi ulangan (berarti sebelum hamil sudah pernah terinfeksi, namun saat hamil terinfeksi lagi). Anda masih bisa memiliki keturunan meskipun terkena infeksi TORCH; konsultasikanlah ke Dokter / Ahli Kandungan Anda untuk interpretasi hasil tes Anda secara lebih jelas.

    Tips berikut mungkin membantu:

    - biasakan cuci tangan pakai sabun untuk menghindari penularan virus

    - hindari kerumunan orang banyak di tempat yang aliran udaranya kurang baik

    - banyak makan buah dan sayuran

    - hindari memelihara hewan peliharaan di dalam rumah

    Sekian, semoga bermanfaat.

    dr. Radius Kusuma