Tanya Dokter

  • minum obat epilepsi saat hamil

  •  Sri Astuti
    Anggota
    Dok, saya mau nanya.. Kan saya ada menderita penyakit epilepsi, sbelum hamil saya sudah rutin meminum obt hingga 3 taun. Dan skrg saya baru hamil 3week, apakah aman buat kehamilan sya dn masih boleh saya meminum obat tsb? Krna biasanya kalau saya tidak minum saya suka pusing lalu kejang. Ttpi kmrin saya tidak minum obt seharian tidak apa2.. Tp pda hari ini saya belum minum langsung agak pusing.. Tolong dok saya ingin tau jawab nya

    Halo, Sri Astuti. Epilepsi adalah sebuah gangguan saraf kronik yang ditandai oleh kejadian kejang berulang akibat gangguan aktivitas listrik di otak.  Setiap kondisi yang menyebabkan gangguan pola normal aktivitas saraf dapat menyebabkan kejang. Epilepsi dapat timbul dari perkembangan sel saraf yang tidak normal, ketidakseimbangan senyawa kimia dalam otak, atau kombinasi keduanya. Namun tidak semua kejang dapat dikatakan sebagai epilepsi. Diagnosis epilepsi baru ditegakkan setelah dilakukan wawancara medis lengkap dan pemeriksaan EEG. Wanita epilepsi lebih cenderung memperoleh komplikasi dalam masa kehamilan dari pada wanita penduduk rata-rata. Pengaruh epilepsi terhadap kehamilan yaitu:

     

    • Melahirkan bayi prematur
    • Berat badan lahir rendah, kurang dari 2500 gr
    • Mikrosefali (kepala kecil)
    • Apgar skor yang rendah  
    • Risiko komplikasi meningkat saat melahirkan: penggunaan obat anti epilepsi mengakibatkan kontraksi uterus yang melemah, ruptur membran yang terlalu dini. Oleh karena itu maka partus wanita epilepsi hampir selalu harus dipimpin oleh spesialis obgyn.

     

    Ibu hamil tetap harus menggunakan obat anti epilepsi untuk mengontrol timbulnya serangan epilepsi pada ibu yang hamil. Meskipun begitu, obat anti epilepsi dapat menimbulkan efek samping untuk janin, seperti kelainan kongenital (cacat bawaan). Minumlah obat anti-kejang Anda sesuai resep. Jangan menyesuaikan dosis atau menghentikan obat Anda sendiri. Ingatlah kejang yang tidak dikendalikan cendrung memberikan risiko yang lebih besar kepada bayi daripada obat apapun. Selain itu, disarankan bagi Anda untuk meminum 5 miligram (5mg) dosis asam folat setiap hari begitu Anda mulai mencoba untuk hamil. Terapi yang dianjurkan ialah penggunaan monoterapi dengan dosis serendah mungkin pada awal kehamilan. Dosis dapat dinaikkan pada trisemester ketiga kehamilan. Pada tahap lanjut dapat diberikan juga vitamin K (20mg/hari) untuk mencegah perdarahan neonatal. Namun sebaiknya Anda konsultasikan dengan dokter spesialis kandungan kebidanan dan spesialis syaraf untuk tatalaksana epilepsi pada kehamilan. Karena yang perlu Anda lakukan saat ini adalah berkonsultasi pada dokter kandungan dan dokter saraf sesegera mungkin. Jangan menghentikan obat atau mengganti obat tanpa sepengetahuan dokter.

    Semoga Bermanfaat

    dr. Eni Yulvia S