Tanya Dokter

  • Apa dampak dari Kelenjar getah bening?

  •  anonymous
    Anggota

    Dok, saya mau tanya. Saya punya benjolan di leher kanan dan kiri dan juga di kepala. Benjolan yang di leher kadang terlihat membesar dan kadang mengecil. Benjolan yang di kepala dari dahulu tidak pernah mengecil, seukuran biji kacang. Saya pernah periksa ke doker spesialis bedah, katanya benjolan saya itu kelenjar getah bening. Dan saya pun di berikan obat, namun selama mengkonsumsi obat. Benjolan tersebut semakin terasa sakit menjalar dari kepala, leher, hingga ke lengan, punggung dan perut. Kemudian saya berhenti minum obat karena tidak ada perubahan. Yang saya tanyakan, apakah benjolan di kepala saya itu juga bisa dikatakan kelenjar getah bening. Dan apa akibat jika ada benjolan kelenjar getah bening di kepala? soal nya kepala saya sering nyeri/berasa kurang kesadaran (lemah berfikir) dan gampang kecapekan. Maaf sebelumnya, tulisan saya terlalu panjang. Terimakasih. Mohon balasannya.

    Halo Sherenna, Kelenjar getah bening merupakan gumpalan jaringan, kira-kira seukuran kacang dan merupakan 'rumah' bagi banyak sel darah putih. Kelenjar ini terdapat pada seluruh tubuh dan merupakan bagian penting dalam kekebalan tubuh manusia. Kelenjar ini membengkak jika tubuh merespon terhadap infeksi atau peradangan. Dengan kata lain setelah infeksi atau peradangan mereda, kelenjar ini kembali normal. Untuk pertanyaan anda tentang benjolan tersebut merupakan kelenjar getah bening atau tidak, tentu saya tidak bisa menjawabnya, karena diagnosa hanya bisa ditegakkan setelah ada pemeriksaan LANGSUNG dengan dokter dan dilakukan pemeriksaan penunjang. Akibat jika ada benjolan kelenjar getah bening di kepala tidak ada hal yang cukup membahayakan. Kelenjar getah bening tidak menyebabkan masalah yang dapat membuat aktifitas kita terganggu. Untuk mencari tahu penyebab dari masalah anda, sebaiknya anda berkonsultasi dengan dokter spesialis syaraf dahulu untuk memeriksakan gangguan syaraf yang anda alami seperti sakit kepala, penurunan kesadaran, gampang kecapekan, dsb. Sementara anda dapat meminum obat anti nyeri dari dokter atau yang dijual bebas di pasaran seperti parasetamol. Diskusi ini mungkin dapat memberi masukan juga untuk anda. Semoga membantu, Dr. Yosephine U. L. Simanungkalit