Tanya Dokter

  • Napas sering berbunyi, apakah terkena asma?

  • Hai dok, Saya punya adik berumur 8th. Sejak lahir dia sudah mengalami cacat sumbing, tetapi kemudian kami mengoprasinya ketika dia berumur 3bln. Sejak saat itu dia tidak minum asi sebagaimana mestinya karena tdk dapat menghisap asi dgn baik jd asi sulit kluar, maka ibu sy lebih memilih sufor, sy berspekulasi bahwa daya tahan tubuhnya kurang, saat ini dia sering sakit apalgi ketika musim hujan karena dia mengaku dingin lalu batuk berlebihan sehingga ketika tidur dia menjadi sesak, atau saat kecapekan dia langsung demam dan batuk2 yang nantinya muntah2 juga. Sulit mengeluar cairan dari hidungnya juga karena operasi yg belum selesai total dok. Ketika tidur selalu berbunyi "nying.. Nying" seperti nafasnya tersedat. Dia memang pernah melakukan uap karena batuk yg berkepanjangan. Lalu sembuh untuk beberapa waktu saja dok. Kira2 apakah adik saya ini terkena asma? Dan bagaimana cara mengatasinya? Terimakasih dokter
    Valentina Ariyanti  dr. Adhi Pasha
    Dokter

    Halo Valentina,

    Bibir sumbing merupakan kelainan pada anatomi bibir yang dapat berupa bibir yang tidak menyatu sempurna sehingga menimbulkan celah ataupun juga sering kali bibir sumbing diikuti dengan celah langit-langit mulut yang juga tidak menutup sempurna yang disebut labiopalatoschisis. Gangguan yang ditimbulkan bibir sumbing sendiri diantaranya seperti masalah bicara, masalah gizi dan juga masalah lainnya. Operasi perbaikan sendiri dapat dilakukan mulai sat bayi berusia 3 bulan pada masalah bibir saja, dan usia 6-12 bulan jika mengalami masalah pada langit-langit, patokan kapan dapat dilakukan operasi pun berbeda-beda ada yang menetapkan ketika anak sudah mencapai berat 1o pounds, anak berusia 10 minggu dan hb berada dinilai 10 (rule of 10 operasi perbaikan celah bibir).

    Asma sendiri merupakan masalah saluran pernapasan yang mengalami peradangan dan penyempitan sehingga dapat menimbulkan gejala seperti napas berbunyi mengi, sesak napas, batuk-batuk sampai kesulitan bernapas yang membuat bibir dan kuku kebiruan karena kekurangan udara.

    Untuk itu katakan pada orang tua agar periksakan adik Anda dapat dilakukan pemeriksaan pada dokter terlebih jika demam tidak kunjung mereda, sesak napas, muntah-muntah, diare dan timbul tanda dehidrasi. Karena ada beberapa kemungkinan lain yang dapat menjadi penyebabnya seperti infeksi saluran napas, flu, radang pada paru atau pneumonia, dan penyebab lainnya.

    Nantinya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan juga penunjang seperti lab darah, foto rontgen, tes mantoux dan pemeriksaan lainnya untuk mencari tahu penyebab dan penyakit yang diderita adik Anda sehingga dapat dilakukan penanganan dengan tepat. Upayakan untuk memberikan lebih banyak cairan, memberikan obat penurun panas ketika demam, hindari dengan pencetus batuk seperti debu, minuman dingin, udara dingin, asap rokok dan alergen lainnya.

    Semoga bermanfaat,

    dr. Adhi P.