Tanya Dokter

  • Nutrisi yang tepat untuk penderita hepatitis dan sirosis

  •  Fauziyyah
    Anggota

    Dok, saya mau bertanya. Saya masih bingung perbedaan mengenai penyakit hepatitis dan sirosis. Apa perbedaannya ya dok? selain itu, zat gizi apakah yang seharusnya diberikan dan dihindari oleh penderita hepatitis dan sirosis hati? apakah terdapat perbedaan zat gizi yang diberikan untuk keduanya?

    Halo, Fauziyahh. Hepatitis dan sirosis sama-sama menyebabkan organ hati mengalami peradangan dan akhirnya rusak. Hepatitis adalah peradangan (pembengkakan) pada hati atau liver. Penyakit hepatitis dapat disebabkan oleh infeksi, virus, bahan kimia, alkohol, penggunaan obat-obatan dan faktor lainnya. Sesuai dengan penyebabnya ada berbagai jenis hepatitis virus yaitu hepatitis A, B, C, D dan E. Penyakit sirosis hati atau sirosis hepatis merupakan penyakit liver kronis di mana sel-sel dan jaringan hati yang sehat diganti dengan jaringan parut yang tidak memiliki fungsi seperti hati yang normal. Kerusakan yang disebabkan oleh sirosis tidak dapat kembali normal dan akhirnya kerusakan bisa meluas sehingga hati berhenti berfungsi. Ini kondisi yang disebut dengan gagal hati. Hati si penderita bisa berbenjol-benjol layaknya wajah berjerawat. Penyakit ini lebih dikenal dengan sirosis hati dan bisa membuat hati seseorang mengecil karena mengkerut. Sirosis hati biasanya menjadi perjalanan akhir dari hepatitis kronis. Jadi sirosis bisa disebabkan oleh hepatitis.

    Tujuan pengaturan diet pada penderita penyakit hati adalah memberikan makanan cukup untuk mempercepat perbaikan fungsi tanpa memperberat kerja hati. Syaratnya adalah sebagai berikut :

    • Kalori tinggi, kandungan karbohidrat tinggi, lemak sedang dan protein disesuaikan dengan keadaan penderita.
    • Diet diberikan secara bertahap, disesuaikan dengan nafsu makan dan toleransi pendeita.
    • Cukup vitamin dan mineral.
    • Rendah garam atau cairan dibatasi bila terjadi penimbunan garam/air.
    • Mudah dicerna dan tidak merangsang.
    • Bahan makanan yang mengandung gas dihindari.
    • Bila berat badan berlebihan, harus diturunkan secara bertahap sesuai kebutuhan penderita.
    • Bahan Makanan yang mengandung lemak dan kolesterol dihindari, seperti ayam dengan kulit, kuning telur, jeroan, udang dan lain – lain.

     

    Terdapat 3 jenis diet khusus penyakit hati. Hal ini didasarkanpada gejala dan keadaan penyakit pasien. Jenis diet penyakit hati tersebut adalah Diet Hati I(DH I), Diet Hati II (DH II), dan Diet Hati III (DH III). Selain itu pada diet penyakit hati ini juga menyertakan Diet Garam Rendah I.

    • Diet Garam Rendah I (DGR I). Diet garam rendah I diberikan kepada pasien dengan edema, asites dan atau atau hipertensi berat. Pada pengolahan makanannya tidak menambahkan garam dapur. Dihindaribahan makanan yang tinggi kadar natriumnya. Kadar Natrium pada Diet garam rendah I iniadalah 200-400 mg Na.
    • Diet Hati I (DH I). Diet Hati I diberikan bila pasien dala keadaan akut atau bila prekoma sudah dapatdiatasi dan pasien sudah mulai mempunyai nafsu makan. Melihat keadaan pasien, makanandiberikan dalam bentuk cincang atau lunak. Pemberian protein dibatasi (30 g/hari) dan lemakdiberikan dalam bentuk mudah dicerna. Formula enteral dengan asam amino rantai cabang(Branched Chain Amino Acid /BCAA) yaitu leusin, isoleusin, dan valin dapat digunakan. Bilaada asites dan diuresis belum sempurna, pemberian cairan maksimal 1 L/hari. Makanan ini rendah energi, protein, kalsium, zat besi, dan tiamin; karena itu sebaiknyadiberikan selama beberapa hari saja. Menurut beratnya retensi garam atau air, makanandiberikan sebagai Diet Hati I Garam rendah. Bila ada asites hebat dan tanda-tanda diuresisbelum membaik, diberikan Diet Garam Rendah I. Untuk menambah kandungan energi, selainmakanan per oral juga diberikan makanan parenteral berupa cairan glukosa.
    • Diet Hati II (DH II). Diet hati II diberikan sebagai makanan perpindahan dari diet hati II kepada pasiendengan nafsu makannya cukup. Menurut keadaan pasien, makanan diberikan dalam bentuklunak / biasa. Protein diberikan 1 g/Kg berat badan dan lemak sedang (20-25% dari kebutuhanenergi total) dalam bentuk yang mudah dicerna. Makanan ini cukup mengandung energi, zat besi, vitamin A & C, tetapi kurang kalsium dan tiamin. Menurut beratnya retensi garam atau air,makanan diberikan sebagai diet hati II rendah garam. Bila asites hebat dan diuresis belum baik,diet mengikuti pola Diet Rendah garam I.
    • Diet Hati III (DH III). Diet Hati III diberikan sebagai makanan perpindahan dari Diet Hati II atau kepada pasien hepatitis akut (Hepatitis Infeksiosa/A dan Hepatitis Serum/B) dan sirosis hati yang nafsu makannya telah baik, telah dapat menerima protein, lemak, mi9neral dan vitamin tapi tinggikarbohidrat. Menurut beratnya tetensi garam atau air, makanan diberikan sebagai Diet Hati III Garam Rendah I.

    Namun kondisi ini dikembalikan lagi kepada kondisi pasien dan dokter yang merawat.

    Semoga Bermanfaat

    dr. Eni Yulvia S

     

     

    Penyakit sirosis hati atau sirosis hepatis merupakan penyakit liver kronis di mana sel-sel dan jaringan hati yang sehat diganti dengan jaringan parut yang tidak memiliki fungsi seperti hati yang normal. Kerusakan yang disebabkan oleh sirosis tidak dapat kembali normal dan akhirnya kerusakan bisa meluas sehingga hati berhenti berfungsi. Ini kondisi yang disebut dengan gagal hati.
    Sumber: Sirosis Hati (Hepatis) - MediskPenyakit sirosis tidak muncul tiba-tiba. penyakit ini melalui waktu yang panjang ketika disadari biasanya sudah begitu parah dan mengancam kematian.