Tanya Dokter

  • Apa obat dan tindakan yang dilakukan untuk bell's palsy akibat virus herpes?

  •  vicktorhalim
    Anggota

    Dok, saya sejak tgl 27 maret muncul beberapa bintik berair dikepala dan leher bagian kanan, kemudian tgl 28 bintik bertambah dibelakang telinga dan akhirnya saya tgl 28 periksa ke dokter dan di kasih tahu kalau saya terkena herpes. Di kasih obat zovirax 400mg 3x1, nonflamin, imunos. Kemudian tgl 30 sy k dktr perusahaan utk konsul, dktr tsb bilang kalau dosis acyclovir utk herpes zoaster kurang, sekali minum 800mg dan 5x sehari, shg ditambahkan lg obat sejenis merk acyclovir 400mg. Kemudian kedua obat itu diminum 5x sehari. Krn sdh kering dan membentuk kropeng, sy mencoba utk berenang tgl 3 April (1 minggu). Ternyata tgl 4 April sy merasa mata sy seperti bengkak/ada yg mengganjal sebelah kanan saja. Puncaknya tgl 6 april mata susah berkedip dan sring mengeluarkan air mata serta makan mengumpul dibagian sisi kanan. Akhirnya sy k dokter spesialis saraf dan dikasih obat valvir, meloxicam, imboost, dan neurobion forte. Dokter tersebut bilang sy terkena bell's palsy akibat virus herpes. Kemudian bsk harinya sy cari second opinion dgn ke dokter spesialis lain yang menurut dia hrs diberikan obat jenis steroid dan bukan non steroid, shg meloxicam disuruh ganti dengan medixon 16mg 3x sehari. Nah yang ingin sy tanyakan apakah dlm kasus sy ini yg prl diberikan steroid atau non steroid utk anti peradangannya? Terus terang hal ini membingungkan bagi saya. Karena mnurut beberapa dokter, pada dasarnya steroid bisa menurunkan imun tubuh, sedangkan ini terjadi akibat dari virus yg menyerang daya tahan tubuh. Di lain sisi sy membaca beberapa artikel kalau bell's palsy perlu diberikan jenis2 steroid. Kemudian treatment apa yg harus dilakukan utk pengobatan penyakit bell's palsy pengaruh virus ini? Terima kasih

    Hai, Bell's palsy adalah kondisi yang paling umum menyebabkan kelumpuhan otot pada satu sisi wajah. Kelumpuhan pada otot wajah ini terjadi akibat dari kelainan fungsi yang terjadi pada saraf otan (cranial nerve). Selain mempengaruhi otot-otot pada wajah, bell's palsy juga akan mempengaruhi produksi kelenjar liur dan saliva. Penyebab bell's palsy masih belum diketahui secara pasti. Namun bell's palsy diduga disebabkan oleh :

    • infeksi virus - seperti virus herpes zooster, herpes simplex virus, eppstein-barr, syphillis, HIV
    • penyakit autoimun
    • penyakit mikrovaskular - seperti diabetes melitus dan hipertensi
    • dan lainnya
    Tujuan utama pengobatan bell's palsy adalah untuk mengembalikan fungsi saraf seperti semula, sehingga kerja otot wajah dan bagian lain pada wajah yang terpengaruh dapat kembali seperti semula. Selain itu pengobatan bell's palsy juga dibutuhkan untuk mencegah terjadinya komplikasi. Menurut stadar baku pengobatan bell's palsy, penelitian membuktikan obat yang saat ini paling efektif untuk mengatasi bell's palsy adalah obat-obatan dari golongan steroid seperti prednisolone. Obat ini biasanya diberikan bersamaan dengan antiviral apabila diduga penyebabnya adalah virus. Efek obat steroid yang dicari pada penanganan kasus ini adala efek antiinfamasi. Efek antiinfamasi juga dapat didapatkan dari Obat Antiinflamasi Non Steroid (OAINS). Oleh karena itu, jika Anda merasa bingung sebaiknya kembali lakukan konsultasi secara langsung dengan dokter yang memeriksa Anda secara langsung, dokter akan memberikan penjelasan mengenai pertimbangan pemilihan obat yang diberikan untuk Anda. Pengobatan bell's palsy menunjukan hasil yang terbaik jika diberikan dalam waktu 72 jam pertama setelah gejala dimulai. Selain obat-obatan pengobatan lain yang biasa diberikan pada penderita bell's palsy adalah sebagai berikut :
    • fisioterapi
    • perawatan mata - jika terdapat kelanan pada otot mata hingga mata menjadi susah menutup dan menjadi kering
    • akupunktur
    • dan lainnya
    Semoga membantu, dr. Dian Paramitasari