Tanya Dokter

  • pengobatan infeksi tuberkulosis

  •  Elly Stewart
    Anggota
    slamat malam dok,nama saya elly umur saya 23 tahun,bulan 11 2016 kedokteran malayasia memponis saya terkena gejala TBC,saya menjalani pengobatan rutin ditanah air selama setahun,stelah saya chek kembali,hasil rongent nya menyatakan saya terkena Flek pada paru2 saya.sementara saya harus bekerja lagi,perusahaan tidak ada yg menerima ada kelainan seperti hal nya flek pada paru ini.mohon respon nya untuk penyakit yang sedang saya alami.trima kasih

    Hai Elly,

    Terimakasih telah bertanya ke Alodokter.

     

    TBC (Tuberkulosis, TB) paru dan flek paru sesungguhnya merupakan 2 istilah yang memiliki arti sama. Kondisi ini disebabkan oleh infeksi Mycobacterium tuberculosis di paru-paru. Gejalanya umumnya berupa batuk yang tidak kunjung sembuh, disertai dengan penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, lemas, pembengkakan kelenjar getah bening, penurunan nafsu makan, atau bahkan hingga menyebabkan sesak, batuk darah, dan berbagai keluhan lainnya. Infeksi ini lebih sering terjadi di negara beriklim tropis yang padat penduduk. 

    Pengobatan TBC dilakukan dengan pemberian kombinasi antibiotik (obat anti TB = OAT) selama setidaknya 6 bulan. Setiap selesai pengobatan, dokter akan melakukan pengecekan ulang, yakni dengan pemeriksaan dahak, rontgen, gejala klinis, atau juga laboratorium untuk menilai kemajuan penyakit dan responsifitas penderita terhadap pengobatan yang diberikan. Jika setelah 1 tahun menjalani terapi OAT hasil pemeriksaan belum menunjukkan ada perbaikan, maka kemungkinan penyebabnya adalah:

    • Pengobatan yang dijalankan tidak adekuat, misalnya jika Anda sering terlupa tidak meminum obat
    • MDR - TB (multidrug resistant tuberculosis)
    • Mengalami gangguan imunitas, misalnya karena HIV/ AIDS, malnutrisi, konsumsi steroid jangka panjang, dan sebagainya

    Untuk menangani kasus seperti Anda, dokter kemungkinan akan memberikan alternatif terapi lain lini ke-2 untuk mengeradikasi kuman penyebab TBC nya. Anda akan disarankan untuk mengisolasi diri (termasuk juga tidak dulu bepergian ke luar negeri) memperkecil risiko penularan. Selain itu, penanganan juga dilakukan dengan edukasi gaya hidup yang sehat, yakni dengan:

    • Perbanyak istirahat
    • Makan makanan bergizi seimbang, kaya kalori dan protein
    • Rajin berolahraga
    • Lakukan etika batuk dan membuang ludah yang benar
    • Hindari rokok, alkohol, dan obat terlarang

    Karenanya, sebaiknya Anda berkonsultasi kembali ke dokter spesialis paru-paru untuk memperoleh penanganan terbaik ya.. 

    Beberapa negara memang memiliki regulasi tersendiri terkait pencegahan penyakit menular, termasuk juga TBC. Karenanya, kita perlu menghargai kebijakan negara tersebut. Sebaiknya, Anda jalani dulu pengobatan hingga tuntas, baru kemudian tata kembali rencana aktifitas dan pekerjaan Anda berikutnya.

    Semoga membantu ya..

     

    dr. Nadia Nurotul Fuadah