Tanya Dokter

  • Obat untuk penyakit kandidiasis di mulut

  •  Rde Lan
    Anggota

    pagi dok, saya sudah menderita lidah putih tebal dan bisa dikerok setiap pagi dan sore. ini terjadi sudah lebih dari 5 tahun. ini sangat mengganggu karena napas sangat bau, terima kasih banyak.

    Kandidiasis adalah infeksi yang disebabkan oleh satu kelompok jamur candida pada kulit dan selaput lendir, termasuk mulut. Infeksi paling sering disebabkan oleh Candida albicans. Candida dapat hidup di banyak tempat dalam tubuh, namun terutama ditemukan pada selaput lendir mulut atau sekitar genitalia. Infeksi candida sangat jarang terjadi, dan biasanya teradi pada kondisi dimana keseimbangan flora normal terganggu, atau terdapat gangguan imunitas. Kandidiasis mulut muncul sebagai patch berwarna putih pada selaput lendir mulut, lidah, dan bagian lain dalam mulut. Lesi kemudian dapat berubah menjadi plak putih yang dapat dikerok, yang setelah dikerok menimbulkan warna kemerahan dan juga dapat berdarah. Kandidiasis mulut muncul pada orang dengan gangguan flora normal pada mulut (karena pemakaian alat dalam mulut, kurangnya produksi air liur, atau penggunaan antimikroba atau imunosupresan lokal), dan orang dengan gangguan imunitas (penerima transplantasi organ, orang dengan terapi imunosupresan, orang dengan HIV/AIDS atau orang dengan gangguan imunitas). Kandidiasis diobati dengan menggunakan obat anti jamur jenis nystatin. Nystatin dapat berbentuk cairan untuk berkumur, krim atau salep, dan juga suppositoria untuk dimasukkan kedalam vagina. Walaupun kemungkinan besar keluhan Anda disebabkan oleh kandida, untuk memastikan penyebab serta untuk menentukan pengobatan yang tepat, sebaiknya Anda mengunjungi dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan tambahan seperti misalnya pemeriksaan apusan dari selaput putih tersebut. Perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan mencari kondisi yang mendasari terjadinya kandidiasis, apakah terdapat gangguan imunitas atau hal lainnya. Menghalau bau mulut tidak sedap Semoga membantu. dr. Agatha