Tanya Dokter

  • obat dan pencegahan kutu rambut

  • Pagi dok , Oia dok , saya mau nanya obat kutu rambut itu apa sih ? Dari kecil sampe sekarang selalu ada kutu , bahkan saya sangking ingin dingin kepala saya botakin dok kepala saya hingga berkali-kali .. Emang sih awal udah di botakin itu dingin kepala gak ada rasa gatal dari kutu , tapi lama-lama kok tumbuh lagi ya ? Obat nya apa ya dok ? Trus cara ngatasin nya kita biar gak kena kutu rambut gimana ya ?

    Hai, Kutu rambut merupakan sejenis parasit kecil yang hidup di rambut / kepala manusia dan menghisap darah hostnya. Rasa gatal timbul akibat reaksi alergi manusia terhadap kutu tersebut. Penyakit ini sangat mudah menular dari manusia ke manusia lain, melalui kontak langsung dengan kepala orang yang memiliki kutu ataupun secara tidak langsung melalui helm / topi, sprei, handuk dan baju yang memiliki kutu didalamnya. Kepala yang dibotaki supaya kutu hilang tidak serta merta akan menyembuhkan penyakit ini jika kutu tersebut masih berada di sekitarnya. Sebelum Anda menggunakan obat sebaiknya ikuti langkah pembasmian kutu berikut ini :

    1. Cuci rambut anda dengan shampo, gunakan conditioner jika perlu (rambut sering kusut).
    2. Sisir rambut dengan sisir biasa.
    3. Gunakan sisir serit perlahan dari kulit kepala sampai ke ujung rambut.
    4. Ulangi cara diatas sampai seluruh rambut tersisir.
    Ulangi cara diatas secara berkala setiap 3 hari ( hari ke 3-6-9-12-15). Jika telah melakukan cara diatas namun belum berhasil Anda bisa membeli obat pembasmi kutu kepala yang tersedia seperti peditox. Cara mencegah penularan kutu ini adalah dengan :
    1. Tidak berbagi barang pribadi seperti sisir, topi, helm, baju, handuk kepada orang lain.
    2. Rutin melakukan langkah pembasmian kutu menggunkan sisir serit diatas.
    3. Hindari kontak langsung dengan kepala/ rambut seseorang yang berkutu.
    4. Obati seluruh penghuni rumah yang mungkin telah terjangkit kutu.
    5. Bersihkan sprei dan barang barang pribadi Anda seminggu sekali.
    Semoga bermanfaat.   Salam,   dr. Yusi