Tanya Dokter

  • Cara mengatasi telinga yang berair

  • Assalamu alaikum dok saya mau tanya..?

    Halo,   Apa yang Anda maksud dengan conge adalah keluarnya cairan dari telinga ? Keluarnya cairan dari dalam telinga tengah biasanya merupakan tanda bahwa infeksi pada telinga tengah Anda telah menyebabkan robeknya gendang telinga (perforasi) sehingga terjadi pengeluaran sekret / cairan infeksi dari telinga tengah ke luar melalui daun telinga. Ini berarti infeksi telinga tengah Anda telah menimbulkan komplikasi akibat pengobatan yang tidak adekuat pada awal infeksi. Infeksi telinga tengah mengalami 5 fase yang setiap fase memiliki penanganan berbeda. Fase tersebut adalah :

    1. Fase oklusi = tertutupnya tuba eustachius akibat pilek / flu. Gejala yang dirasakan kuping seperti mampet. Pengobatan dengan memberikan obat dekongestan / vasokonstritor tetes hidung untuk membuka saluran tuba.
    2. Fase hiperemis = terjadi peningkatan aliran darah akibat infeksi pada telinga tengah, ini menyebabkan tekanan telinga tengah meningkat melebihi tekanan di luar telinga dan menyebabkan gendang telinga tertarik ke dalam. Pengobatan dilakukan dengan pemberian antibiotik, analgetik dan obat tetes hidung.
    3. Fase supurasi = terjadi peningkatan cairan pada telinga tengah. Membutuhkan antibiotik dan jika perlu dilakukan miringotomi (penyayatan gendang telinga) agar cairan bisa keluar tanpa membuat lubang pada gendang telinga.
    4. Fase perforasi = terjadinya pengeluaran cairan dari telinga tengah ke luar. membutuhkan antibiotik dan pembersihan liang telinga dengan cairan khusus.
    5. Fase resolusi = fase penyembuhan.
    Penanganan infeksi telinga tengah fase perforasi membutuhkan beberapa cara yaitu :
    1. Dilarang mengorek, membersihkan liang telinga dengan memasukkan alat apapun ke dalam telinga.
    2. Bersihkan cairan yang keluar dengan tissue / kapas bersih pada bagian liang telinga luar saja.
    3. Minum obat dekongestan jika Anda masih mengalami pilek / flu.
    4. Penggunaan antibiotik sesuai indikasi dan anjuran dokter.
    5. Pembersihan liang telinga dan sekret dengan H2O2 3 % yang dilakukan oleh tenaga ahli (dokter tht)
    6. Hindari telinga kemasukan air (dilarang berenang, berhati hati saat wudhu dll).
    Untuk penanganan maksimal dan optimal sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan ke dokter agar pemeriksaan bisa dilakuakn secara seksama dan pengobatan yang adekuat bisa diberikan. Jangan anggap sepele keluhan Anda karena robeknya gendang telinga bisa menimbulkan gangguan pendengaran di kemudian hari. Dan jika infeksi tidak ditangani secara benar bisa menyebabkan infeksi menjadi kronis dan menimbulkan komplikasi yang merugikan seperti terjadinya infeksi pada tulang mastoid, radang selaput otak, abses otak dll. Semoga bermanfaat.   dr. Yusi