Tanya Dokter

  • apa obat untuk bisul di kepala?

  •  Tiara
    Anggota
    Malam dok. dok kepala saya bru" in terkena bisul dan sudah mengeluarkan nanah tapi setelah saya memberikan betadine pada luka"nya masih tetap mengeluarkan nanah dok sebaiknya ap yang harus saya gunakan dan obat yg bisa saya minum, dan sebelumnya Terima Kasih dok

    Hai Tiara,

    Terimakasih telah bertanya ke Alodokter.

     

    Bisul terjadi ketika folikel rambut mengalami peradangan akibat infeksi bakteri. Bakteri yang tersering menyebabkan bisul ini sesungguhnya merupakan flora normal, yakni bakteri yang tumbuh secara normal, di kulit. Bakteri ini bisa masuk dan menginfeksi folikel rambut apabila pori-pori terbuka, kebersihan kurang baik, atau karena penderitanya mengalami gangguan pada sistem imunitas, misalnya karena menderita HIV/ AIDS, diabetes, atau kurang gizi.

    Bisul yang sudah pecah dan masih mengeluarkan nanah kemungkinan menandakan bahwa infeksinya belum tuntas atau karena kedalaman bisul yang cukup dalam, sehingga nanah sulit keluar dengan sendirinya (dalam dunia medis disebut dengan karbunkel). Kami sarankan, Anda memeriksakan langsung keluhan Anda ke dokter. Jika diperlukan, dokter akan melakukan operasi kecil (bedah minor) guna mengeluarkan nanahnya hingga tuntas. Selain itu, dokter pun akan meresepkan obat-obatan, misalnya antibiotik dan anti nyeri untuk membantu mengatasi keluhan Anda.

    Sementara itu, Anda bisa lakukan tips berikut di rumah:

    • Kompres bisul dengan air hangat secara berkala
    • Bersihkan bisul yang pecah dengan cara berikut:
      • Cuci tangan terlebih dulu
      • Gunakan kain kassa steril, basahi dengan cairan infus (NaCl) atau larutan antiseptik (povidone iodine)
      • Tekan-tekan dengan lembut di tepi-tepi bisul hingga nanah keluar semua
      • Lakukan berulang-ulang hingga nanah keluar seluruhnya
    • Jaga kebersihan diri, yakni dengan mandi dan mencuci rambut secara teratur
    • Hindari mengoleskan obat sembrangan di bisul tanpa petunjuk dokter

    Semoga membantu ya..

     

    dr. Nadia Nurotul Fuadah