Tanya Dokter

  • Penanganan kulit mati rasa pada penderita kusta

  •  Nino jeax
    Anggota
    apakah kulit yang mati rasa bisa sembuh seperti normal untuk gejala kusta..
    Nino jeax  dr. Prasetyo
    Dokter

    Halo Nino, terimakasih sudah bertanya di Alodokter.com

    Kondisi kulit menjadi mati rasa dapat disebabkan oleh banyak hal, tidak selalu disebabkan karena kusta. Dapat saja disebabkan karena gangguan saraf perifer, gangguan pembuluh darah, penyakit kulit lain, komplikasi penyakit metabolik seperti kencing manis, tekanan darah tinggi, dan masih banyak penyebab lainnya. Setiap penyebab memiliki penanganan yang berbeda, termasuk penyakit kusta yang pengobatannya menggunakan obat kombinasi antibiotik dalam jangka waktu 6 bulan hingga 2 tahun, dan umumnya kondisi akan membaik seiring berjalannya pengobatan. Kami akan menjelaskan mengenai kusta. 

    Kusta yang juga dikenal dengan nama lepra atau penyakit Hansen adalah penyakit yang menyerang kulit, sistem saraf perifer, selaput lendir pada saluran pernapasan atas, serta mata. Sistem saraf yang diserang bisa menyebabkan penderitanya mati rasa / baal / kebas. Gejala dan tanda kusta sukar diamati dan muncul sangat lambat. Beberapa di antaranya adalah:

    • Mati rasa. Tidak bisa merasakan perubahan suhu hingga kehilangan sensasi sentuhan dan rasa sakit pada kulit.
    • Pembesaran pembuluh darah, biasanya di sekitar siku dan lutut.
    • Perubahan bentuk atau kelainan pada wajah.
    • Muncul luka tapi tidak terasa sakit.
    • Kerusakan mata. Mata menjadi kering dan jarang mengedip biasanya dirasakan sebelum muncul tukak berukuran besar.
    • Lemah otot atau kelumpuhan.
    • Hilangnya jari jemari.

    Kami sarankan Anda untuk menemui dokter, agar dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu mengenai kondisi mati rasa yang Anda alami serta merencanakan terapi yang tepat kondisi tersebut. Mengingat sulit bagi kami menentukan penyebabnya jika tidak melihat lesi kulit secara langsung. Untuk sementara yang dapat Anda lakukan :

    • Menjaga kebersihan daerah mati rasa yang Anda alami
    • Gunakan handuk, pakaian, berbeda dengan anggota keluarga lain 
    • Konsumsi makanan dengan gizi dan nutrisi seimbang
    • Hindari merokok atau terpapar asap rokok
    • Segera temui dokter untuk mendapat penanganan serta mencegah kemungkinan terjadinya penularan pada anggota keluarga yang lain

    Sekian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat. Salam, dr Prasetyo