Tanya Dokter

  • apa obat utuk sering kencing tapi tidak merasakan sakit

  • malam dok, saya selvi umur 19 tahun sya sering kencing durasinya hanya 5 menit, sy sudah cek kedokter, rumah sakit bahkat terapi. pada saat saya di kasih obat antibotik dan obat lainnya belum ada perubahan bagaimana solusinya

    Selamat Malam, Pertama-tama perlu ditelusuri lebih lanjut mengenai penyebab keluhan poliuria (frekwensi berkemih yang meningkat tersebut). Kemungkinan keluhan sering berkemih tersebut disebabkan oleh :

    Masing masing penyebab akan membutuhkan penanganan /pengobatan yang berbeda sehingga pemeriksaan fisik maupun penunjang seperti misalnya laboratorium tetap dibutuhkan untuk dapat menegakkan diagnosis serta menentukan terapi. Oleh karena itu sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter atau ke spesialis urologi (dapat ke dokter sebelumnya atau ke dokter lain untuk meminta opini kedua/second opinion) dengan membawa data medis Anda dari pemeriksaan sebelumnya (misalnya hasil laboratorium). Jangan sungkan untuk mendiskusikan tentang diagnosis dan terapi Anda dengan dokter yang memeriksa Anda agar tidak terjadi kesalahpahaman dan Anda dapat mengetahui kondisi medis Anda dengan  jelas dan lengkap. Berikut diskusi serupa : SERING BAK   Semoga lekas sembuh, dr.Debby Phanggestu

    Saya juga mengalami sering kencing namun sedikit2 saya sudah cek gula,usg.dan tes urin tapi normal tidak ada batu Mba sudah berpa lama sering kencing durasi 5 menit sekali

    saya sudah cek USG hasilnya kantung kemih normal ginjal normal permasalahannya ada diuterus jadi ukuran membesar kurang lebih 8,2 x 4,4 cm disertai penebalan endometrial line kurang lebih 1,6 cm. tampak fluid collection pada intracavitary. tak tampak jelas gambar gabaran gestasional sac. ini gimana dok, berbahaya / tidak... makasih

    Selamat Malam Selviana,   Sulit untuk menentukan berbahaya atau tidaknya kondisi yang And alami hanya melihat dari hasil USG perut saja tanpa disertai pemeriksaan fisik langsung dan pemahaman lebih mendalam mengenai riwayat medis Anda. Oleh karena itu sebaiknya diskusikan dengan dokter yang memeriksa Anda mengenai diagnosis dan rencana terapi Anda untuk menghindari kesalahpahaman dan agar kondisi Anda menjadi lebih jelas.   Salam, dr.Debby Phanggestu