Tanya Dokter

  • flora normal vagina

  • dok, saya adalah mahasiswi farmasi yang sedang belajar tentang flora normal. saya tertarik dengan flora normal yang berkembang di vagina wanita. Apakah dengan menggunakan sabun khusus vagina itu benar-benar mampu untuk menjaga pH dalam vagina agar flora normal tetap stabil ? Apabila pH dalam vagina tidak stabil, terlalu asam atau terlalu basa, apa yang akan terjadi dengan flora normal tersebut ? apakah akan membuatnya menjadi bakteri jahat ? Terima kasih

    Hai Patricia,

    Terimakasih telah bertanya ke Alodokter.

     

    Flora normal diartikan sebagai mikroorganisme yang normal berada dalam suatu area di tubuh. Di vagina wanita, ada berbagai jenis flora normal yang fungsinya menjaga agar vagina terlindung dari infeksi mikroorganisme berbahaya. Beberapa di antara flora normal vagina tersebut adalah sebagai berikut:

    • Lactobacillus (paling banyak)
    • Atopobium
    • Leptotrichia
    • Leuconostoc
    • Megasphaera
    • Pediococcus
    • Streptococcus
    • Weissela, dan sebagainya

    Selama populasinya tidak terganggu, flora normal di atas akan menghasilkan perlindungan bagi organ intim wanita, di antaranya dengan cara memproduksi beberapa komponen berikut:

    • Asam laktat; menciptakan kondisi vagina yang asam (pH kurang dari 4,5)
    • Hidrogen peroksida; memiliki sifat antimikrobial
    • Bakteriocins; memiliki sifat antimikrobial

    Penggunaan sabun pembersih wanita yang tidak tepat bisa meningkatkan tingkat keasaman di area vagina. Akibatnya, flora normal yang semestinya mendominasi area intim justru akan bersaing dengan mikroorganisme patogen (penyebab penyakit). Dan jika populasi mikroorganisme patogen ini lebih besar, maka akan timbulah berbagai keluhan, mulai dari vagina gatal, berbau tidak sedap, keputihan berlebih, dan lain sebagainya. Jadi, bukan flora normalnya yang bermutasi menjadi bakteri jahat ya..

    Untuk itu, guna menjaga kesehatan organ intim wanita, sebaiknya Anda lakukan tips berikut:

    • Cukup bilas dengan air bersih organ intim Anda setiap habis buang air (bilas dari arah vagina ke anus, bukan sebaliknya, untuk mencegah berpindahnya mikroorganisme patogen dari anus bermigrasi ke vagina)
    • Kenakan pakaian yang bersih, berbahan lembut, dan tidak terlalu ketat
    • Hindari hubungan seks berisiko
    • Tidak perlu menggunakan sabun pembersih vagina, kecuali atas rekomendasi dokter

    Sekian penjelasan kami. Untuk lebih lengkapnya, coba berkonsultasi langsung ke dokter spesialis kulit dan kelamin ya..

    Semoga membantu.

     

    dr. Nadia Nurotul Fuadah