Tanya Dokter

  • sering keputihan yang menggumpal berwarna putih, hijau, dan kecoklatan

  • Dok... Umur saya 19thn.. Saya dr umur 16thn sering mengalami istihadhoh... Setiap dua bulan sekali kadang satu bulan dua kali... Dan keputihan saya warna putih mnggumpal, hijau smpai kecoklatan seprti flek haid, namun itu terjadi saat saya sedang suci ... Terkadang tiba" di bagian vagina saya sakit seperti di cubit .. Kputihan saya gatal dan bau tidak sedap ... Trmksh dok

    Hai, Keputihan dapat diakibatkan oleh berbagai macam sebab, dari yang normal terjadi pada tubuh hingga yang tidak normal. Keputihan yang normal umumnya tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak menimbulkan gatal. Keputihan diluar yang disebutkan diatas biasanya disebabkan oleh hal yang tidak normal, seperti :

    1. infeksi jamur - cairan keputihan berwarna putih susu menggumpal, gatal, tidak berbau
    2. infeksi trichomoniasis - cairan kuning kehijauan, berbau amis, dan kadang perih saat buang air kecil
    3. infeksi bakteri - cairan putih abu dan berbau amis
    4. kanker serviks - cairan keputihan bercampur darah
    5. dan lainnya
    Sementara itu, untuk istihadah atau perdarahan yang terjadi diluar siklus menstruasi, dapat terjadi karena beberapa penyebab, diantaranya :
    1. ketidakseimbangan hormon
    2. kehamilan yang terganggu
    3. menjelang menopause
    4. masalah pembekuan darah
    5. masalah pada rahim - seperti endometriosis
    6. masalah pada leher rahim (serviks) - seperti infeksi, polip, atau kanker serviks
    7. masalah pada vagina - seperti infeksi dan erosi
    8. masalah pada organ reproduksi wanita lain
    9. dan lainnya
    Untuk mengetahui apa yang menjadi penyebab keluhan Anda maka diperlukan adanya pemeriksaan langsung oleh dokter. Selain memeriksa langsung, menanyakan keluhan dengan lebih rinci, dokter juga mungkin memerlukan beberapa pemeriksaan tambahan seperti pengambilan sampel cairan keputihan untuk dicek di laboratorium, USG, dan lainnya. Berikut beberapa hal sederhana yang dapat membantu mengatasi keputihan :
    • jangan biarkan daerah kewanitaan lembap, dengan mengganti pakaian dalam setiap basah dan jangan terlalu sering menggunakan pantyliner
    • bersihkan daerah kewanitaan dengan air hangat tanpa produk apapun
    • jangan terlalu sering menggunakan produk perawatan daerah kewanitaan
    • gunakan pakaian dalam berbahan katun dan tidak ketat
    Semoga membantu, Dian Paramitasari, dr.