Tanya Dokter

  • Anak mengalami muntah seminggu setelah MPASI

  •  Quinquin
    Anggota
    Siang dok Saya mau bertanya Saat ini anak sy umurnya sudah 6 bln 2hari.. sy sudah memberikan mpasi di awal dok skitar umurnya udh 175hari.. Sekita 3 hari yang lalu anak saya muntah dengan frekuensi yg cukup banyak (semua makanan yg dimakan dimuntahkan) pd saat itu anak sy hanya sy berikan promina .. awalnya sy kira dia tdk cocok krn diberikan dengan makanan instan yg siap saji seperti promina .. dan hari ini anak sy muntah lagi dok kejadiannya sama semua kluar muntah lg yg sudah di makan nya .. hari ini sy berikan beras putih dicampur kabocha dan brokoli saya .. jarak muntahnya setelah makannya setelah 1 jam kemudian dong .. kira kira apa penyebab nya ya dok ? Apa ada masalah diusus nya atau lambungnya dok ? Tp anak sy tidak ada demam ata badannya panas dong malah dia masih ceria dan seperti tidak ada kesakitan setelah muntah itu.. mohon petunjuknya dok. Terimakasih sblm dan sesudahnya dok. Kamsiahamida­čśŐ

    Halo,

    Muntah pada bayi dapat saja merupakan kondisi normal. Salahsatu faktor pemicu muntah pada bayi adalah makan/minum terlalu kenyang. Muntah terjadi akibat ukuran lambung bayi yang masih kecil dan cincin otot yang membatasi kerongkongan dan lambung masih lemah, sehingga makanan dalam jumlah banyak masuk sekaligus akan menyebabkan muntah. Saat bayi berumur 5 bulan, secara perlahan ukuran lambung membesar dan cincin otot yang membatasi kerongkongan dan lambung lebih kuat, sehingga bayi dapat mulai makan makanan pendamping ASI di usia 6 bulan. Namun pada beberapa bayi, kondisi muntah bila terlalu banyak makan/minum dapat berlangsung sampai dengan usia satu tahun

    Selalu sendawakan bayi sesudah makan MPASI/minum ASI, hindari langsung membaringkan bayi telentang/tengkurap di atas tempat tidur. Berikan makanan pendamping ASI/sufor dalam porsi kecil dan dinaikkan porsinya secara bertahap , berikan tiap 3 jam, maksimal 4 jam. 

    Namun memang ada muntah yang menandakan adanya suatu gejala penyakit. Perhatikan tanda bahaya pada bayi yang muntah :

    1. Muntah berwarna kehijauan/disertai dengan darah.
    2. Muntah dalam jumlah sangat banyak dan sering.
    3. Bayi rewel dan perut kembung.
    4. Tidak buang air kecil selama 3 jam.
    5. Buang air besar menjadi diare/konstipasi.
    6. Muntah disertai perubahan warna kulit dan bagian putih mata menjadi kuning.
    7. Ada riwayat jatuh sehingga menyebabkan kepala terbentur, kemudian muntah-muntah hebat setelah jatuh.
    8. Kenaikan berat badan di bawah grafik di kurva berat badan sesuai usia dan berat badan lahir bayi.

     

    Penyakit yang sering mendasari gejala muntah pada bayi adalah infeksi saluran pencernaan, keracunan makanan, alergi susu sapi, masalah pada kandung empedu&hati, infeksi saluran pernapasan, kelainan saluran cerna, infeksi selaput otak dan cedera kepala berat.

    Bila gejala muntah menetap selama 3 hari atau bila Anda menemukan tanda-tanda muntah yang tidak normal pada bayi Anda, lakukan konsultasi dengan Dokter Spesialis Anak. Dokter akan melakukan pemeriksaan medis langsung. Dan bila diperlukan, Dokter akan merujuk bayi Anda untuk melakukan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan darah, analisis urin dan feses.

    Lebih lengkap mengenai Muntah pada Bayi dapat Anda baca dalam artikel Alodokter dengan klik di sini.

    Demikian info yang dapat Kami bagikan, semoga membantu Anda.

     

    Salam sehat, Dr Caecilia Haryu Aryapti.