Tanya Dokter

  • Apa penyebab buta warna saya ?

  •  anonymous
    Anggota

    dok saya berkemungkinan tinggi mengalami buta warna. saya membaca artikel kalo buta warna itu penyakit gen. saya periksa keluarga saya sampe ke kakek nenek tapi gak ada yang buta warna. lalu kenapa saya bisa mengalami buta warna ? <div id="__if72ru4sdfsdfrkjahiuyi_once" style="display: none;"></div> <div id="__if72ru4sdfsdfruh7fewui_once" style="display: none;"></div> <div id="__zsc_once"></div> <div id="__hggasdgjhsagd_once" style="display: none;"></div>

    anonymous  dr. Rico N
    Dokter

    Hai Ican, Buta warna merupakan kondisi penglihatan terhadap suatu atau beberapa warna berkurang, yang diakibatkan dari gangguan pigmen reseptor warna. Buta warna dapat dibedakan menjadi :

    • Parsial : kesulitan melihat salah satu warna (merah, hijau, biru, atau campurannya)
    • Total : tidak ada warna yang terlibat
    Penyebab buta warna adalah :
    • Genetika - Buta warna diturunkan secara X-linked resesif, yaitu diturunkan oleh kromosom X yang tidak dominan (xx = perempuan; xy = laki-laki). Kondisi ini lebih banyak pada pria dibandingkan wanita dan sudah dialami sejak lahir
    • Penyakit yang mendasari : seperti Alzheimer, diabetes, neuritis optikus, dll
    • Usia
    • Bahan kimia : seperti pupuk, karbon disulfida
    • Efek samping pengobatan --> Ethambutol (Tb paru), malaria (cloroquine), dll
    Untuk membuktikan kondisi buta warna disebabkan oleh faktor genetik diperlukan pemeriksaan genetika dari kromosom Anda, bila ditemukan hasi 'xy' maka benar bahwa buta warna yang Anda alami adalah dari faktor genetika. Mengenai silsilah keluarga yang tidak memiliki riwayat penyakit buta warna, perlu ditekankan bahwa pada wanita, buta warna tidak selalu bermanifestasi, terdapat istilah 'Carrier' atau 'pembawa' (Xx atau xX) dimana pada wanita tersebut tidak mengalami buta warna namun ia membawa kromosom buta warna yang dapat diturunkan ke anak laki-lakinya. Apabila dari hasil pemeriksaan kromosom tidak ditemukan faktor genetika, maka penyebab-penyebab lain di atas perlu dipikirkan kembali. Bila diperlukan, Anda dapat berkonsultasi secara langsung dengan dokter mengenai masalah ini. Demikian, semoga bermanfaat dr. Rico Novyanto