Tanya Dokter

  • Penyebab keputihan yang berbau dan berwarna putih kehijauan

  • Dok , saya ingin bertanya , sebelumnya saya pernah sakit flek paru paru , setelah itu saya diharus kan untuk minum obat selama 6 bulan,setelah saya meminum obat itu,saya mengalami keputihan cair tak kental berwarna putih sedikit hijau muda berbau tidak sedap,tapi saya tidak mengalami gatal yang hebat,atau pembengkakan pada kemaluan,kemaluan saya normal saja hanya cairan itu yang cukup mengganggu saya ,apa itu pengaruh obat atau terjadi penyakit yang lain ya dok ? Sekira nya apa bisa di sembuhkan dengan obat herbal atau apa ya dok,karna sudah agak mengganggu saya dengan bau yang tidak sedap itu.. terimakasih dok

    Halo  Irna......

    Terimakasih atas pertanyaan Anda.

    Perlu Anda ketahui sebelumnya bahwa keputihan merupakan hal yang wajar untuk dialami oleh wanita pada segala usia. Keputihan sendiri memegang peranan penting bagi sistem reproduksi wanita bagi proses Pembuangan cairan yang dihasilkan kelenjar di dalam serviks dan vagina. Cairan ini membawa bakteri dan sel mati yang nantinya dapat mencegah infeksi dan membuat vagina tetap bersih.

    Pada dasarnya, keputihan haruslah dikategorikan normal, dimana mempunyai ciri : warnanya bening ada sedikit keputihan, jumlahnya tidak terlampau banyak, tidak menimbulkan bau yang tidak sedap, tidak menimbulkan rasa sakit pada perut bagian bawah, tidak menimbulkan rasa gatal maupun rasa perih pada organ intim.

    Keputihan yang anda alami sudah dapat digolongkan sebagai keputihan yang tidak normal karena baunya tidak sedap dan juga warnanya yang tidak bening maupun keputihan. Berikut ini beberapa hal yang dapat menyebabkan keputihan tidak normal, yaitu : infeksi menular seksual, infeksi bakteri, kanker serviks, infeksi jamur, dan lain sebagainya.

    Untuk mengobati keputihan yang anda alami maka haruslah diketahui terlebih penyebab pastinya. Sedangkan untuk mengetahui penyebab pastinya, maka haruslah dilakukan serangkaian pemeriksaan lebih lanjut secara langsung oleh dokter.

    Maka dari itu kami sangat menyarankan segeralah menemui dokter spesialis kebidanan dan kandungan terlebih dahulu, dan mendiskusikan masalah ini, agar Anda dapat dilakukan serangkaian pemeriksaan lebih lanjut ( seperti : pemeriksaan fisik, tes urin, pengambilan sampel cairan vagina, pap smear, USG khusus obsgyn, dll. ), sehingga akhirnya penanganan yang tepat dapat diberikan sesuai dengan penyebab pasti yang nantinya diketahui.

    Klik artikel di bawah ini yang sesuai dengan pertanyaan Anda :

    KEPUTIHAN

    Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

    Salam,

    Dr. Jati