Tanya Dokter

  • Apa saja gejala Aneurisma?

  •  Tania Rahma
    Anggota

    Selamat siang, dok. Saya seorang mahasiswi umur 21th, sudah hampir 3 minggu ini saya sering mendapatkan pusing yang secara tiba tiba. Biasanya saya pusing hanya ketika banyak pikiran saja. Pusing nya di bagian tengah dalam kepala tepat di belakang mata dan hidung dan kepala terasa panas. Terkadang ketika pusing membuat mata saya lebih buram dan begitu sensitif terhadap cahaya terutama cahaya tv dan lampu ruangan. Bahkan terkadang seolah membau darah di sekitar hidung dalam tapi tidak mimisan. Ibu dan nenek saya meninggal muda karena adanya pembuluh darah di otak yang pecah semacam aneurisma otak. Apakah saya juga dapat diindikasikan memiliki aneurisma otak juga? Bagaimana gejala dan cara menghindari agar aneurisma di otak tidak pecah?

    Saya mengambil kesimpulan melalui artikel2 indonesia bahwa di indonesia sendiri kewaspadaan terhadap aneurisma terutama aneurisma otak masih sangat kurang. Informasi berbahasa indonesia mengenai penyakit ini pun masih susah saya temukan. apakah penanganan medis di indonesia mengenai aneurisma otak ini juga masih kurang?

    Halo,   Aneurisma otak adalah sebuah pembesaran salah satu bagian pembuluh darah di otak berbentuk seperti balon. Aneurisma yang tidak pecah jarang menimbulkan gejala sehingga terkadang tidak terdeteksi, atau terdeteksi saat melakukan pemeriksaan medical check up atau pemeriksaan untuk jenis penyakit lain secara tidak sengaja. Gejala Aneurisma yang tidak pecah biasanya berupa :

    1. Nyeri kepala diatas dan belakang mata.
    2. Pembesaran salah satu pupil mata.
    3. Kelopak mata yang lebih turun ( drooping eyelid)
    4. Kesemutan pada salah satu sisi tubuh.
    5. Penglihatan ganda atau gangguan penglihatan lainnya.
    Jika pecah, aneurisma akan memberikan gejala seperti :
    1. Sakit kepala yang tiba tiba dan sangat parah
    2. Kejang
    3. Penurunan kesadaran
    4. Mual muntah
    5. Kaku kuduk
    6. Sensitif terhadap cahaya
    7. dll.
    Aneurisma bisa diperiksa dengan melakukan pemeriksaan seperti CT SCAN, MRI, cerebral Angiogram dll. Jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan aneurisma maka sangat disarankan untuk Anda melakukan pemeriksaan skrining diatas secara dini. Penanganan aneurisma dilakukan dengan metode operasi melalui tindakan clipping atau dengan melakukan bedah endocascular coiling untuk mencegah aneurisma menjadi pecah, selain itu menjaga pola hidup sehat, hindari merokok dan menjaga kestabilan tekanan darah juga dinyatakan bisa mengurangi resiko pecahnya aneurisma. Baca artikel mengenai Aneurisma. Semoga membantu.   dr. Yusi