Tanya Dokter

  • Penyebab demam disertai BAB berdarah

  • Halo dokter..... Dok, 3hari yg lalu saya menggigil parah sampai saya gak bisa jalan dan suhu tubuh saya sangat tinggi dok. Setelah saya dibawa kerumah sakit, saya cuma dinyatakan demam dan diare saja dok. Setelah itu saya disuntik dan diberi obat. Ketika saya sudah dirumah, suhu tubuh saya mulai tinggi lagi dok. Karena 1 hari setelah berobat saya blum ada perubahan sama sekali, trus saya coba untuk pengobatan tradisional (kusuk) dok. Katanya cuma angin dan asamlambung dan stlh itu sudah baikan. Keesokan paginya perut saya antara perih dan begah. Saya fikir angin diperut sya masih blum hilang,jadi sy kusuk lagi dan setelah itu perut sudah lumayan membaik,masih sedikit sakit tapi tidak terlalu parah seperti sebelumnya. Setelah itu 2x saya BAB. BAB yg pertama saya blm menyadari BAB saya berdarah. Tp sy lihat hitam pekat,sy pkir krna diare dn g ambil pusing. Trus BAB YG kdua bru sya sdari banyak bercak darAh dok... Nah itu knpa ya dok? Apa sbnarnya ya sakit saya dok? Skitnya beda2,dr mnggigil,demam tinggi,diare,sampai berak darah. Mohon bantuannya ya dok.. Terimakasih dok
    Tya Rizky BoruSaragih  dr. Prasetyo
    Dokter

    Halo Tya, terimakasih sudah bertanya di Alodokter.com

    Kondisi demam merupakan suatu mekanisme pertahanan tubuh dalam melawan infeksi. Infeksi dapat disebabkan karena bakteri, virus, jamur, parasit, dsb -- letak terjadinya infeksi pun bermacam macam, dapat pada sistemik, saluran cerna, saluran nafas, dsb. Bila melihat dari keterangan Anda dimana terdapat demam disertai dengan diare maka kemungkinan terjadi infeksi pada saluran cerna Anda, tetapi hal ini perlu dipastikan kembali dengan pemeriksaan secara langsung. Keluarnya darah pada saat BAB dapat disebabkan karena infeksi (terjadi luka pada saluran cerna), atau akibat kondisi lain seperti wasir/haemorhoid, keganasan, iritasi saluran cerna, dan sebagainya. Sedangkan perut terasa begah/ kembung dapat disebabkan banyak hal pula, seperti kondisi dispepsia, infeksi salurann cerna, konsumsi makanan dengan kandungan gas yang tinggi, kebiasaan makan sambil berbicara, dan sebagainya.

    Kami sangat menyarankan Anda menemui kembali dokter yang merawat Anda, untuk dilakukan evaluasi ulang, dan dilakukan penanganan yang sesuai. Bila perlu akan dilakukan pemeriksaan darah, dan pemeriksaan feses (kotoran). Sementara ini kami sarankan untuk tetap tenang, konsumsi obat yang telah diberikan dokter Anda, konsumsi cairan lebih banyak (terutama oralit) untuk mengganti cairan tubuh yang hilang akibat diare, konsumsi makanan lunak, hindari makanan pedas / asam/ berminyak/dsb, istirahat yang cukup, dan segera temui dokter bila kondisi dirasa tidak kunjung membaik -- ditakutkan terjadi kekurangan cairan, atau kondisi perburukan lainnya. Sekian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat. Salam, dr Prasetyo