Tanya Dokter

  • Ciri-ciri gangguan jiwa

  •  Mas
    Anggota
    Assalamualaikum Dokter Saya Merasa Keberadaan Saya di anggap Seperti "Jimat" Di Butuhkan dalam keadaan susah baik secara Materi maupun sekedar Menceritakan Permasalahan yang dialami. Baik Keluarga maupun di mana saja saya beraktivitas dengan orang yang saya kenal. Saya sering di cemooh dan dianggap tidak pernah beres dalam melakukan pekerjaan tapi mereka tidak memberi tahu letak kesalahan saya dan selalu menghindar ketika di minta pertolongan, baik dalam pekerjaan maupun permasalahan yang saya alami. Tapi Saya Selalu sabar dan mencoba memperbaiki kesalahan yang tidak pernah saya ketahui. Lama kelamaan Saya merasa jengkel dan menjadi seorang yang tempramen Saya berlaku kasar kesiapa saja ketika saya merasa tersakiti dan itu di lakukan secara spontan Tapi setelah kejadian tersebut saya langsung menangis dan merasa sangat bersalah. Dan saya akan menangis apa bila saya teringat kejadian tersebut. Sekarang Saya Menjadi seorang yang sensitif. Gampang terpengaruh Oleh lingkungan Sekitar. Temprament. Ceria.Selalu kepikiran. Cemas. Nangis sendiri gak jelas Mengingat kesedihan baik kesedihan diri sendiri. kesedihan orang rumah dan kesedihan orang yang saya kenal. selalu menyendri

    Halo, terimakasih telah bertanya di Alodokter

    Jiwa yang sehat adalah jiwa yang berada dalam kondisi tentram dan tenang, sehingga memungkinkan seseorang untuk menikmati kehidupan secara personal ataupun sosial (dengan orang di sekitarnya). Sayangnya, dalam kehidupan sehari-hari bisa muncul berbagai permasalahan yang akan mengganggu keseimbangan tersebut. Adalah wajar berespon terhadap masalah, namun tidak berlarut-larut hingga menimbulkan keterbatasan (hendaya). Orang dengan gangguan kejiwaan bisa mengalami gangguan dalam bidang kesehatan mental, kondisi emosi, cara pikiran mengelola informasi, hingga perilaku sosialnya.

    Terdapat berbagai jenis gangguan kejiwaan. Perlu diingat, diagnosis ditegakkan tidak hanya berdasarkan hasil pemikiran Anda sendiri. Diperlukan pemeriksaan secara langsung oleh dokter spesialis kesehatan jiwa (psikiater). Dokter akan melakukan wawancara psikologis secara mendalam, dilanjutkan memeriksa keberadaan penyakit atau gangguan fisik yang berpotensi menjadi sebab permasalahan psikis. Bila berdasar pemeriksaan fisik dan tes tambahan tidak ada kelainan fisik yang mendasari, barulah seseorang disebut mengalami gangguan kejiwaan. 

    Saya memahami kesulitan dan permasalahan yang Anda alami. Berkonsultasilah secara langsung dengan dokter spesialis kesehatan jiwa. Penanganan akan disesuaikan dengan penyebab yang mendasari, baik berupa obat-obatan ataupun psikoterapi. 

    Semoga bermanfaat ya

    dr. Lili