Tanya Dokter

  • Apa saya sudah terkena Obsesif Kompulsif

  •  Aris WP
    Anggota

    Dok,Akhir-akhir ini saya sering melakukan hal  seperti selalu melihat isi/mengecek buku sampai lama dan kalo menghitung selalu diulang2 rasanya kalo gak diulang gk enak ,takut ada bilangan yg terlewatkan dan kalo gak di ulang pikiran ini masih takut ini sudah terjadi 1 tahun lebih aku bingung sebenarnya apa yg terjadi dalam pikiranku ini.dan  ayah saya itu orangnya bersih klo nyapu selalu diulang minimal 3x apalagi kalo cek kompor atau kunci bisa lama itu dan aku pun menyadari kalo ini sudah regenerasi.yg jadi pertanyaan apa ini sudah termasuk Obsesif Kompulsif,apa  Obsesif Kompulsif itu regenerasi  dan sebenarnya Obsesif Kompulsi itu penyakit apa pemikiran/psikolog orang tersebut.Mohon jawab cepat dok.

    Aris WP  Aris WP
    Anggota

    Aris WP September 11, 2015 at 2:59 pm Dok,Akhir-akhir ini saya sering melakukan hal seperti selalu melihat isi/mengecek buku sampai lama dan kalo menghitung selalu diulang2 rasanya kalo gak diulang gk enak ,takut ada bilangan yg terlewatkan dan kalo gak di ulang pikiran ini masih takut ini sudah terjadi 1 tahun lebih aku bingung sebenarnya apa yg terjadi dalam pikiranku ini.dan ayah saya itu orangnya bersih klo nyapu selalu diulang minimal 3x apalagi kalo cek kompor atau kunci bisa lama itu dan aku pun menyadari kalo ini sudah regenerasi dan saya akhirnya mencoba browsing ternyata sama dampaknya dengan yg diatas.yg jadi pertanyaan apa saya dan ayah saya sudah termasuk Obsesif Kompulsif,apa Obsesif Kompulsif itu regenerasi dan sebenarnya Obsesif Kompulsi itu penyakit apa pemikiran/psikolog orang tersebut.Mohon jawab cepat dok.
     

    Dear Aris, Gangguan obsesif kompulsif (OCD) merupakan gangguan psikologis yang membuat penderitanya memiliki pikiran obsesif karena ketakutan yang tidak masuk akal disertai dengan tindakan berulang untuk mengurangi kecemasan. Hal ini terjadi berulang mulai dari obsesi, kecemasan, tindakan kompulsi, kelegaaan sementara lalu diulang lagi demikian. Penyebab OCD belum dapat dipastikan. Namun diperkirakan ada dua faktor yang menjadi faktor risikonya:

    • faktor genetik
    • ketidaknormalan neurotransmiter yang bernama serotonin di otak
    Terapi OCD meliputi terapi perilaku kognitif untuk mengurangi kecemasan dengan mengubah cara pikir dan perilaku serta terapi obat-obatan. Sebaiknya konsultasikan keluhan Anda dengan dokter ahli jiwa (psikiater) agar dapat diberikan psikoterapi dan terapi obat-obatan yang sesuai. Berikut laman yang dapat Anda baca: OCD Demikian penjelasan saya, semoga bermanfaat. Terima kasih dan salam, dr. Rony Wijaya