Tanya Dokter

  • kurang fokus dan kurang bersosialisasi

  •  hamrizal
    Anggota

    Siang Dok, mau konsul dok! sy pegawai , sy punya masalh dengan kurang fokus/konsen terhadap siapa sj. akhirnya sdh 3 tahun saya kurang sosialisasi dengan orang banyak. tapi kalau lagi mood sy ketemu dan bisa sosialisasi. kalau di paksakan perasaan kaya ketakutan, jantung deg2an, kringatan, dan trasa mau triak. sdh 2 tahun ini smpi skr sy sulit kerja di ruangan yang banyak orang. kadang orang crita, prasaan sy lagi di critain sama mreka. (negatif think)!, mudah marah. bingung apa ke hipnoterapi atau ke psikoterapi? apa bedanya petnjk! mks....

    hamrizal  dr. Lina Saleh
    Dokter

    Selamat siang, Keluhan tersebut mengarah kepada gangguan psikis. Gejala-gejala yang disebutkan seperti rasa ketakutan, jantung berdebar, berkeringat dan terasa ingin teriak pada kondisi atau lingkungan yang tenang tanpa adanya kejadian yang memicu stress atau tanpa sebab yang jelas, cenderung mengarah kepada gangguan panik atau cemas. Kemudian perilaku menghindari banyak orang, mudah marah dan cenderung merasa sedang dibicarakan oleh orang lain juga merupakan bagian dari gejala-gejala ada nya gangguan pada psikis. Sebaiknya anda segera bertemu dan berkonsultasi langsung kepada dokter spesialis psikiatri, agar dapat dicari apakah ada penyebab penyakit yang mendasari ataukah memang merupakan gangguan panik. Gangguan panik, terdiri dari beberapa macam jenis, dapat berupa serangan panik, gangguan cemas menyeluruh, phobia terhadap situasi tertentu, atau lainnya. Serangan panik berbeda dengan rasa panik atau cemas normal yang dapat terjadi pada siapa saja terkait dengan kejadian atau peristiwa menegangkan atau strssful. pada serangan panik (panic attack) seseorang muncul gejala panik tanpa alasan atau sebab yang jelas. Gejala-nya berupa:

    • jantung berdebar,
    • nyeri dada,
    • keringat dingin,
    • perasaan tidak enak yang kuat,
    • kesemutan di jari-jari tangan  atau kaki,
    • sesak napas,
    • serasa tercekik,
    • gemetar, pusing, mual, rasa tidak enak di perut,
    • perasaan takut kehilangan kontrol atau seperti akan mati.
    Kejadian serangan biasa tidak menentu, tidak jelas kapan dan apa pencetusnya. Sehingga sering kali orang dengan gangguan serangan panik, cenderung akan selalu merasa ketakutan akan timbul serangan panik diantara periode timbulnya serangan. Maka dari itu seseorang dengan serangan panik cenderung akan menghindari dan menarik diri dari lingkungan (phobia sosial), takut tempat ramai (agoraphobia) atau menghindari situasi lain yang ditakutkan akan terjadi kembali serangan panik di situasi tersebut. Serangan panik sering berkaitan dengan depresi, atau penyalahgunaan obat atau alkohol. Penyebabnya belum jelas, namun dikaitkan dengan:
    • Kejadian stressor sebelumnya, seperti kematian atau ditinggalkan orang yang dicintai, atau kejadian lain yang menggoncang
    • Riwayat hal serupa di keluarga
    • Penggunaan obat-obat tertentu
    • Kelainan pada sistem kerja otak
    Pengobatan yang dilakukan dengan psikoterapi, konseling, penggunaan obat serta tekhnik relaksasi untuk membantu penderita menenangkan diri atau mengontrol diri pada saat serangan muncul. Maka dari itu, sebaiknya periksakan kondisi anda kepada dokter, agar dapat segera ditindak lanjuti. Sekian informasi dari saya, semoga dapat membantu.