Tanya Dokter

  • Perawatan pasca operasi pengangkatan rahim

  • dok, jika mama saya selesai dilakukan operasi pengangkatan rahim. lalu apa yang perlu dilakukan setelahnya? makanan apa yang harus dihindari? berapa lama masa pemulihannya sampai mama saya benar2 sembuh? adakah efek yang akan mama saya alami setelah operasi ini? tolong dijawab dok, terima kasih

    Hallo Yosephine Jeany

    Terimakasih atas pertanyaan anda

    Histerektomi merupakan prosedur operasi pengangkatan rahim. Histerektomi sendiri dapat bersifat radikal, dimana seluruh  sistem reproduksi seperti seluruh rahim dan serviks, tuba falopi, ovarium, bagian atas vagina, jaringan lemak dan kelenjar getah bening akan diangkat melalui prosedur operasi. Pada histerektomi total, dimana seluruh rahim dan serviks diangkat jika menjalani prosedur ini. Namun ada pula jenis histerektomi total bilateral saplingo-ooforektomi. Prosedur ini melibatkan pengangkatan tuba falopi dan ovarium. Dan ada pula jenis histerektomi subtotal, dimana prosedur ini hanya mengangkat rahim tanpa mengganggu serviks. Jenis histerektomi ini dipilih sesuai dengan kebutuhan pasien dan kondisi penyakit yang menyertai pasien.

    Pasca histerektomi ini biasanya ibu anda akan dirawat beberapa hari di rumah sakit sampai kondisi mulai membaik (perdarahan dari jalan lahir minimal atau nyeri pasca operasi berkurang, juga tidak ada tanda infeksi ataupun gangguan pada daerah bekas operasi). Hal ini tentu saja dipengaruhi oleh usia ibu anda dan kondisi kesehatan ibu anda secara menyeluruh. Penyembuhan pasca operasi bisa berlangsung lama atau tidak, banyak hal yang mempengaruhi. Jika metode histerektomi yang dilakukan adalah metode tradisonal, proses pemulihan ibu anda kira-kira membutuhkan waktu enam hingga delapan minggu. Sedangkan jika menggunakan metode prosedur minimal invasive, maka proses pemulihan ibu anda bisa berlangsung lebih cepat. Pada masa pemulihan ini, sebaiknya ibu anda dianjurkan untuk banyak beristirahat. Hindari berolahraga, mengangkat barang berat, menyetir, dan berhubungan seks hingga kondisi benar-benar membaik. Jangan lupa lakukan kontrol rutin setelah operasi pda dokter yang merawat ibu anda dan tanyakan kepada dokter kapan waktu yang tepat untuk kembali menjalani aktivitas normal.

    Ada beberapa efek samping yang mungkin muncul pasca operasi ini, antara lain perdarahan dari vagina, gangguan pada usus dan saluran kandung kemih. Selain itu juga bisa muncul gejala menopause, terutama bagi mereka yang menjalani proses pengangkatan indung telur (ovarium) pada jenis operasi radikal atau total. Tentu saja karena dilakukan pengangkatan rahim, maka ibu anda tidak dapat hamil kembali jika ibu anda masih dalam usia reproduktif dan belum memasuki masa menopause.

    Resiko munculnya gangguan nyeri pasca operasi cukup besar. Jika ibu anda mengalami keluhan ini dan menetap, sebaiknya konsultasikan dan periksakan ibu anda pada dokter.

    Semoga jawaban ini membantu anda.

     

    dr. Aldy Valentino