Tanya Dokter

  • apa yang terjadi jika keputihan berwarna putih susu?

  •  chikaamalia
    Anggota

    sore dok, saya mau bertanya tentang keputihan berwarna putih susu itu berbahaya atau tidak? dan keputihan sya itu berwarna putih susu, kadang gatal tapi tidak berbau 

    #dibalas ya dok :D

    chikaamalia  dr. Atikah D
    Dokter

    Halo

    Terima kasih atas pertanyaannya

    Keputihan merupakan hal yang cukup lumrah bagi wanita. Pada dasarnya, kKeputihan berfungsi untuk membersihkan dan melindungi vagina dari infeksi. Saat keputihan, vagina akan mengeluarkan lendir yang membawa sel – sel mati dan bakteri. Lendiri ini berasal dari leher rahim/ serviks dan kelenjar dalam vagina. Lendir yang normal umumnya berwarna bening hingga keputih-putihan, tidak berbau, dan tidak menimbulkan rasa gatal atau perih pada daerah vagina. Keputihan  jenis ini tidak memerlukan pengobatan medis.

    Namun ada beberapa bentuk keputihan yang perlu diwaspadai, diantaranya :

    • Keputihan dengan lendir berwarna cokelat atau mengandung darah. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh siklus menstruasi yang tidak teratur. Tetapi tetap perlu diwaspadai karena walau jarang, kondisi ini bisa menjadi indikasi kanker leher rahim/ serviks.
    • Keputihan disertai rasa nyeri atau pendarahan. Rasa nyeri pada tulang panggul atau saat buang air kecil serta mengalami pendarahan di luar siklus menstruasi atau setelah berhubungan seks yang menyertai keputihan, dapat mengindikasikan penyakit menular seksual akibat infeksi bakteri atau jamur seperti gonore atau klamidia.
    • Keputihan dengan lendir berwarna hijau, kuning, atau berbuih. Jenis keputihan ini biasanya disebabkan oleh infeksi trikomoniasis, yaitu penyakit menular seksual yang disebabkan oleh parasit. Lendir akibat infeksi ini biasanya berjumlah banyak, berbau amis, dan disertai rasa perih saat buang air kecil. Dapat disertai pembengkakan dan gatal-gatal di sekitar vagina.
    • Keputihan disertai luka melepuh di sekitar kelamin. Kondisi ini biasanya adalah infeksi herpes . Penyakit ini akan menyebabkan munculnya kulit melepuh atau luka seperti sariawan yang terasa sakit di sekitar organ intim.
    • Keputihan dengan lendir berwarna merah muda. Kondisi ini disebabkan oleh proses peluruhan dinding rahim setelah wanita melahirkan.
    • Keputihan dengan lendir yang cair atau berwarna putih dengan rasa gatal. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh infeksi jamur dan menyebabkan munculnya lendir yang cair atau berwarna putih seperti susu kental, tapi tanpa bau yang menyengat. Biasanya juga disertai rasa gatal yang parah dan rasa perih di sekitar vagina juga rasa sakit saat berhubungan seks.
    • Keputihan dengan lendir berwarna putih atau abu-abu dan berbau amis. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh infeksi vaginosis bakteri. Lendir keputihan yang muncul akan berbau amis dan berwarna putih atau abu-abu, tapi tidak disertai rasa gatal atau iritasi.

    Untuk itu, dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui apakah kondisi keputihan yang dialami masih dikategorikan normal atau tidak. Jika tidak, dokter akan mencari penyebab keputihan sehingga bisa diterapi dengan tepat sesuai kondisi yang mendasari munculnya keluhan tersebut. Dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan sepeerti pemeriksaan fisik, pemeriksaan sampel keputihan jika perlu. 

    Berikut tips yang bisa dilakukan untuk mencegah atau mengurangi keluhan keputihan yang tidak normal

    • Hindari penggunaan sabun beraroma tajam yang berlebihan.Dianjurkan untuk membersihkan vagina dengan menggunakan air hangat dan sabun tanpa kandungan bahan kimia yang keras
    • Membersihkan daerah vagina dari arah depan ke belakang untuk mencegah infeksi dari anus
    • Gunakan pakaian dalam dengan bahan katun yang tidak ketat
    • Sering mengganti pakaian dalam agar tidak lembab
    • Ganti pembalut saat menstruasi minimal 4 jam sekali
    • Hindari menggunakan pembalut, pantyliners atau tisu beraroma
    • Jangan menggaruk area vagina yang gatal. Kompres dingin untuk meredakan gatal dan pembengkakan

     Terimakasih