Tanya Dokter

  • Obat untuk hepatitis B

  •  abici
    Anggota

    dok permisi saya penderita hipatitis b  .. saya mengeluhkan kenapa pengobatan hipatitis b ini mengapa sangat mahal dok,dan tidak ada bantuan seperser pun dari BPJS,

    apakah penderita hipatitis b tidak boleh sembuh,apa nunggu menjadi kanker hati baru di lindungi...

    dan mengapa dokter slalu maen" untuk menangani penserita hipatitis b..umur saya masih muda dok,tpi entah knapa saya kena penyakit ini padahal saya bukan pencandu narkoba,tidak sesx bebabs,atau apapun itu,dan riwayat kluarga saya tidak ada yang kena hipatitis b.....

    di indonesia gak sedikit yang puya penderitan seperti saya,mereka membiarkan saja karen pengobatan sangat mahal,dan akibatnya fatal,hati  keburu rusak sebelum di obati.... saya berharap dokter-dokter indonesia,makin serius menangani penderita hipatitis b.

    yang mau saya tayakan,apakah ada obat yang sesuai dengan kantong kami dok...karna dengan obat 1 tablet 60 ribu seperti sembivo,yang harus diminum slama 6 bulan,itu sangat mahal sekali dok,,,mohon informasinya.terima kasih

    abici  abici
    Anggota

    tolong dok jawab

    abici  dr. Rico N
    Dokter

    Halo abici, Pertama-tama, hepatitis b ditularkan terutama melalui kontak dengan cairan tubuh penderita, selain dari cara-cara yang kamu katakan diatas, dapat pula melalui alat-alat yang terkontaminasi yang mungkin digunakan untuk tato, piercing, dsb. Juga bisa saja ditransmisikan melalui pisau cukur, sikat gigi,  yang mungkin terkontaminasi, berciuman yang melibatkan pertulkaran ludah terutama jika terdapat luka terbuka di lidah atau mulut. Perlu juga diketahui pada pengobatan hepatitis B kronik (HbsAg + lebih dari 6 bulan), tidak semuanya membutuhkan obat. Keputusan apakah harus diterapi atau cukup dimonitor  didasarkan pada hasil HbeAg, HBV DNA dan tes faal hati. untuk obat-obat hepatitis b, secara umum digolongkan menjadi 2 :

    • Yang tidak memiliki potensi untuk mengeliminasi virus / membuat serokonversi menjadi - dan hanya bermanfaat untuk melindungi hati : misalnya preparat yang mengandung curcuma atau sillymarin. Harganya relatif murah
    • Yang memilikipotensi untuk mengeliminasi virus dan menghambat aktivitas virus
      • Obat : obat antiviral seperti : lamivudinadefovir, entecavir, dan telbivudin (sembivo)
      • PEG IFN / pegylated interferon
    Yang menjadi masalah adalah obat-obat antiviral dan PEG IFN harganya sangat mahal. Dan tidak ada generiknya. preparat termurah adalah lamivudin. meski demikian, meski pemberian obat-obat tersebut dapat menekan aktivitas virus dan berpotensi mengeliminasi/membuat serokonversi tetapi tidak ada jaminan untuk terjadinya serokonversi. Demikian pula, terdapat berbagai kondisi yng akan membuat dokter menentukan terapi apa yang diambil, apakah PEG IFn atau obat antiviral, demikian pula dengan pemilihan antiviralnya, terdapat pertimbangan-pertimbangan khusus untuk menentukannya.
    • Potensi serokonversi HbeAg + --> - dalam tahun pertama :
      • PEG IFN 20%, lamivudin 16-21%, adefovir 12%, entecavir 21%, telbivudin 26% (obat hepatitis b dengan tingkat serokonversi hbeag tertinggi saat ini). Untuk telbivudin sendiri, belum ada laporan yang meyakinkan mengenai tingkat serokonversi HbsAg+ menjadi - tetapi beberapa peneilitian menunjukkan terjadinya konversi pada 25% pasien dengan penurunan HbsAg bermakna di tahun pertama pada akhir tahun ke 3. (162 pasien, pada tahun pertama 32 menunjukkan penurunan kadar hbsAg kuantitatif yang besar, dari 32 itu pada akhir tahun ke 3 25% / 8 menjadi hbsag negatif. Sisanya, 154 tetap +).
    untuk obat hepatitis b sendiri, sebenarnya sudah masuk formularium obat yang dapat ditanggung bpjs. Tetapi rata-rata memerlukan hasil pemeriksaan terhadap HBV DNA terlebih dahulu dan banyak diantaranya yang harus diresepkan oleh internis konsultan gastroenterohepatologi. Sebaiknya anda mencoba menggunakan BPJS dan meminta rujukan ke faskes tingkat lanjutan tipe A atau B (misal RSCM) karena tidak semua RS memiliki obat tersebut. meski membutuhkan rujukan berjenjang, ikutilah alur rujukan tersebut. Tanpa BPJS? tidak ada obat antiviral atau PEG IFN yang murah. Contoh, yang termurah adalah lamivudin, harga perkemasannya (28 tablet) dapat mencapai 500.000 (sayangnya karena keterbatasan efektivitasnya, obat ini adalah lini ke 3 dan tidak terlalu direkomendasikan). Antiviral yang termasuk lini pertama adalah entecavir dan tenofovir. Lini kedua telbivudin. Lini ketiga lamivudin dan adefovir. berikut tautannya : http://www.depkes.go.id/resources/download/general/KMK%20No.%20328%20ttg%20Formularium%20Nasional.pdf hepatitis B penderita hepatitis b masih dapat hidup normal kenapa hepatitis b mudah menyebar di indonesia demikian yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat