Tanya Dokter

  • Apakah batuk bisa disebabkan oleh amandel?

  •  Winda Ayu
    Anggota

    Dok saya mengalami Batuk yang kadang kambuh, terutama setelah saya minum es dan terkena angin malam saat berkendara. Pernah saya konsulkan dengan seorang dokter muda, katanya paru-paru saya normal, batuk disebabkan karna radang karna amandel saya yang membesar.. tapi setelah saya diresepkan obat untuk amandel saya bener sih dok tidak batuk tapi setelah obatnya habis batuk lagi Saat minum es dan terkena udara malam. Nah yang saya tanyakan benar ga sih dok batuk yang saya alami karna amandel.??? .. Terimakasih, mohon dibantu.

    Halo Winda, Batuk dapat merupakan salah satu tanda infeksi saluran napas. Pembesaran tonsil atau amandel juga merupakan salah satu tanda infeksi saluran napas atas. Tonsil yang membesar dapat merupakan penyebab infeksi saluran napas berulang. Untuk memastikan batuk yang dialami bukan merupakan tanda infeksi serius pada paru-paru, diperlukan pemeriksaan fisik oleh dokter. Tonsil atau sering disebut amandel merupakan kelenjar limfe yang berfungsi "menyimpan" sel darah putih, yang termasuk dalam sistem pertahanan tubuh. Ketika terjadi infeksi bakteri atau virus, sebagai bagian dari sistem limfe, tonsil ikut membesar. Kondisi ini disebut juga dengan tonsilitis akut. Kemudian apabila infeksi sudah berangsur mereda atau sembuh, tonsil akan mengecil dengan sendirinya. Lebih lanjut mengenai tonsilitis atau radang amandel. Ketika terjadi infeksi saluran napas yang berulang-ulang, sebelum tonsil sempat mengecil, infeksi sudah mulai terjadi kembali. Karena infeksi yang berulang-ulang ini, tonsil kemudian membentuk jaringan parut dan terbentuk salur-salur celah pada tonsil, sehingga dikemudian hari setelah infeksi sembuh, tonsil sulit kembali ke ukuran yang normal. Kondisi ini disebut juga tonsilitis kronik. Jaringan parut dan salur-salur tersebut dapat menjadi tempat "bersembunyi" kuman-kuman, sehingga tonsil tersebut menjadi fokus atau sarang infeksi, yang menyebabkan terjadinya infeksi saluran napas berulang. Begitu seterusnya, hingga apabila kondisi ini tidak ditangani segera, penderita tonsilitis kronik dapat mengalami gangguan menelan dan gangguan pernapasan akibat tonsil yang semakin membesar. Terdapat berbagai macam pengobatan pada tonsilitis, tergantung pada kondisi masing-masing pasien. Pada kondisi tertentu dimana sudah timbul komplikasi, dokter kemungkinan akan menyarakankan prosedur operasi tonsilektomi untuk mengatasi keluhan akibat komplikasi tersebut. Hal ini tentunya juga dipertimbangkan berdasarkan kondisi pasien tersebut. Untuk mencegah infeksi berulang yang memperberat kondisi tonsilitis kronik, dapat dilakukan tindakan sebagai berikut:

    • Menjaga kebersihan makanan dan minuman
    • Menjaga daya tahan tubuh
    • Makan teratur dan beristirahat yang cukup
    Semoga membantu, dr. Agatha