Tanya Dokter

  • Pengaruh sering sakit kepala dengan gangguan memori dan konsentrasi

  • Selamat malam dokter, saya perempuan berumur 22 tahun dan sekarang menjalani tahun terakhir kuliah. Saya ingin bertanya mengenai keluhan saya. Saya memiliki keluhan sering sakit kepala hingga bbrp kali muntah (2 thn lalu - skrg), gangguan motorik/sinkron motorik, pernah bbrp kali kejang (dimulai dr semester 2 kuliah), setelah CT Scan di diagnosa Higroma Posterior namun tidak diobati lbh lanjut, saya memiliki riwayat benturan punggung dan kepala krn jatuh dr tebing (4-5 thn lalu, namun tidak trjd pendarahan apapun hanya memar, tidak pernah diperiksakan ke RS). Keluhan-keluhan fisik tsb sudah berangsur berkungrag namun yg semakin parah beberapa bulan terakhir saya memiliki gangguan ingatan yang sangat parah spt lupa waktu, tiba2 lost slm bbrp saat dan terdiam krn bingung, kehilangan kata2, melupakan nama2 org, benda, tempat, istilah, melupakan bnyk kewajiban dan kegiatan rutin (bahkan spt mandi, ke kampus, dll) hingga sering sekali linglung, salah jalan, dan sering kesulitan berkomunikasi, saya jg kehilangan konsentrasi (hingga sulit membaca), kehilangan kemampuan berfikir, kehilangan minat, mood swing parah, mudah marah, dan sudah sangat lama tidak melakukan hobi saya, hasilnya saya jd mengurung diri dikamar dan mengalami stress krn kondisi ini, sudah lama tidak bisa mengerjakan skripsi, sikap saya nth mengapa jg menjadi berubah drastis, dan saya merasa kehidupan saya sudah berbeda, tidak seperti diri saya yg dulu.

    Pertanyaan saya apakah keluhan saya bbrp bulan terakhir bs berhubungan dgn gangguan saraf krn Higroma Posterior atau cidera kepala saya? Tapi saya baca belum pernah menemukan kasus higroma posterior dengan keluhan2 seperti ini, dan terakhir kali saya kontrol ke dokter spesialis beliau blg higroma saya tergolong ringan. Apa mgkn krn faktor psikologis? Lalu menurut dokter apakah baiknya saya memeriksakan diri ke psikiater lebih dulu atau ke spesialis saraf?

    Terimakasih banyak dok

    Hai, Adanya riwayat cedera kepala dengan mekanisme berbahaya (jatuh dari tebing) kemungkinan menandakan keluhan saat ini berkaitan dengan riwayat cedera kepala tersebut. Biasanya, keluhan tersebut dibarengi dengan sakit kepala ringan-sedang. Sakit kepala pascabenturan bisa disertai gejala psikis seperti gangguan memori, perubahan perilaku, depresi, gangguan cemas, gangguan tidur, dan sejumlah gejala gangguan saraf seperti pusing, telinga berdenging dan pandangan buram. Bisa juga terdapat gangguan fungsi mental, seperti kemampuan berkonsentrasi, efektivitas kerja, memori dan mempertahankan perhatian. Higroma merupakan pengumpulan cairan otak di satu lokasi tertentu, biasanya berkaitan dengan riwayat infeksi atau cedera kepala. Posterior menandakan lokasinya, yaitu di sisi belakang. Sakit kepala pascabenturan (dan gejala penyertanya) biasanya tidak memberikan tanda-tanda yang khas pada pemeriksaan pencitraan seperti CT-Scan atau MRI. Ini karena cedera yang terjadi bersifat mikroskopik, yaitu pada serabut-serabut saraf yang mengalami regangan berlebihan saat terjadi benturan (bayangkan suatu tali yang tiba-tiba tertarik karena terbentur). Akibatnya, beberapa serabut saraf ini mungkin putus atau rusak dan menyebabkan sejumlah keluhan psikis dan/atau gangguan saraf. Untuk penegakkan diagnosis, diperlukan pemeriksaan langsung oleh Dokter / Ahli Saraf (Sp. S). Jika diagnosisnya sudah tegak, pengobatan biasanya ditujukan untuk mengurangi gejala saja, sebab sampai saat ini belum ada obat untuk mengobati kerusakan saraf otak yang sudah terjadi. Untuk pengobatan gejala-gejala terkait gangguan saraf (sakit kepala, pusing, telinga berdenging, dll.), konsultasi ke Ahli Saraf (Sp. S) akan lebih sesuai. Tak jarang diperlukan juga konsultasi ke Ahli Kedokteran Jiwa (Sp. KJ) untuk penanganan gejala-gejala psikis dan fungsi mental seperti perubahan perilaku dan gangguan konsentrasi. Secara mandiri, penderita perlu mengusahakan penerapan pola hidup sehat seperti istirahat cukup, banyak makan buah dan sayuran serta menghindari paparan asap rokok dan alkohol. Terapi relaksasi dan meditasi mungkin dapat membantu. Keluarga, kerabat dan orang-orang di sekitar perlu juga mengetahui bahwa gejala-gejala tersebut tidak sepenuhnya bersifat psikologis dan mungkin terdapat gangguan saraf (akibat riwayat benturan kepala) yang mendasari. Pranala luar (bahasa Inggris): Headaches after head injuries Sekian, semoga bermanfaat. dr. Radius Kusuma

    Artikel dari Alodokter ini juga menarik untuk dibaca: Terapi relaksasi Meditasi Sekian, semoga bermanfaat. dr. Radius Kusuma

    Selamat pagi dok, maaf gabung di sini, karna tidak bisa buat pertanyaan baru. Mau sekedar nanya dok, perbedaan otot yang jarang dan sering olahraga gimana dok? Dan apa akibatnya kalau tadinya orang yang sering olahraga jadi tiba-tiba berhenti melakukan aktivitas olahraga?