Tanya Dokter

  • Panik dan berat badan tidak naik serta kaitan dengan hipertiroid

  •  Juherana
    Anggota
    Ass...selamat siang dok, sy juherana umur 30thn, sudah berkeluarga dan punya anak 1 perempuan umur 4thn.bgini dok sy mnderita hipertyroid suda 14 bln lamanya..sy selalu cemas dok..takut sm keramaian, dan trkadang panik mnyerang.. Apakah memang pnderita hyperthyroid biasa dsertai serangan panik dok.. Sy agak trauma, krn suda 2x bgtu..smpe2 hrus dksi obat penenaglng sm dokter. Dok sy konsumsi obat thyrosol,sm proponolol dok sm ad jg vitamin cavit dan provital, dok knp ya bdan sy tdk naik2, bertahan di 41kg. Tolong pnjlasannya dok..terimahkasih

    Halo Juherana, terimakasih atas pertanyaannya untuk Alodokter

     

    Hipertiroidisme adalah kondisi di mana hormon tiroid diproduksi secara berlebihan. Sering mengalami kecemasan atau kegelisahan, serangan panik, serta penurunan berat badan memang merupakan beberapa gejala yang sering menyertai kondisi hipertiroid. Berikut ini adalah beberapa gejala hipertiroidisme lainnya yang dapat anda perhatikan:

    1. Kegelisahan, cepat marah, sulit tidur
    2. Tremor atau getaran pada tangan
    3. Kelemahan pada tangan dan kaki
    4. Banyak berkeringat dan tidak tahan panas
    5. Detak jantung sangat cepat atau tidak teratur
    6. Kelelahan
    7. Sering buang air besar
    8. Pada wanita dapat terjadi siklus menstruasi yang tidak teratur, pada laki-laki dapat terjadi disfungsi ereksi dan pembesaran payudara (bersifat sementara dan dapat hilang setelah kondisi hipertiroid membaik)

     

    Hipertiroidisme dapat disebabkan oleh beberapa macam hal, berikut ini adalah beberapa di antaranya:

    1. Penyakit Graves. Penyakit Graves adalah penyebab tersering hipertiroidisme. Penyakit ini disebabkan karena sistem imunitas tubuh memproduksi suatu antibodi yang menstimulasi kelenjar tiroid memproduksi lebih banyak hormon tiroid.
    2. Nodul tiroid, yaitu benjolan pada kelenjar tiroid. Benjolan ini dapat memproduksi hormon tiroid sehingga jumlahnya jadi berlebihan.
    3. Tiroiditis atau radang pada tiroid dimana kelenjar tiroid mengalami peradangan yang bersifat sementara dan melepaskan hormon tiroid hingga jumlahnya jadi berlebihan.
    4. Tiroiditis post partum yang terjadi pada wanita pasca melahirkan
    5. Subakut tiroiditis yaitu pembesaran kelenjar tiroid karena infeksi virus. Infeksi ini menyebabkan radang pada kelenjar tiroid sehingga terjadi pelepasan hormon tiroid yang berlebihan.
    6. Gangguan fungsi kelenjar pituitari atau tumor pada kelenjar pituitari. Kelenjar pituitari adalah suatu kelenjar di otak yang menghasilkan hormon yang merangsang kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroid.
    7. Minum terlalu banyak hormon tiroid pada kasus hipotiroidisme.

     

    Bila hingga saat ini anda masih mengalami gejala-gejala kelebihan hormon tiroid, mungkin obat tiroid yang anda minum belum cukup untuk menormalkan kadar hormon tiroid anda. Sebaiknya anda diskusikan kembali dengan dokter yang merawat anda untuk pemeriksaan kadar hormon tiroid kembali serta alternatif pengobatan lain yang dapat diberikan.

    Terapi obat untuk hipertiroidisme terdiri dari Methimazole dan PTU. Kedua obat ini sama efektifnya dalam menurunkan kadar hormon tiroid, namun Methimazole lebih sering digunakan karena efek samping yang lebih sedikit dan lebih ringan. Obat antitiroid ini digunakan bisa dalam jangka pendek (4-8 minggu) pada pasien dengan penyakit Graves atau nodul tiroid bila pasien hendak melanjutkan dengan terapi radioiodin atau operasi, dan dapat pula diberikan dalam jangka panjang (1-2 tahun) pada penyakit Graves yang tidak mau dilakukan terapi radioiodin atau operasi. Terapi obat hanya dapat menyembuhkan penyakit Graves pada 30% pasien, sementara sisanya dapat terjadi relaps (kekambuhan kembali) beberapa tahun kemudian. Bila anda memilihi untuk menggunakan terapi obat-obatan, anda harus melakukan kontrol setiap 4-6 minggu hingga kondisi hipertiroid dapat terkontrol.

     

    Terapi lain yang dapat diberikan selain obat-obatan adalah terapi radioiodin. Terapi ini ditujukan untuk menghancurkan kelenjar tiroid sehingga tidak lagi memproduksi hormon tiroid. Jumlah radiasi yang diberikan sangat kecil dan tidak menyebabkan kanker, infertilitas, ataupun cacat lahir. Terapi ini adalah terapi permanen untuk hipertiroidisme. Karena kelenjar tiroid tidak akan berfungsi kembali setelah terapi ini, pasien harus konsumsi hormon tiroid seumur hidupnya.

    Terapi lainnya lagi adalah terapi operasi. Meskipun merupakan terapi permanen untuk hipertiroidisme, operasi jarang dilakukan untuk mengobati hipertiroidisme. Namun operasi dianjurkan untuk pasien dengan kondisi kelenjar tiroid yang sangat besar hingga mengganggu jalan nafas, tidak dapat minum obat antitiroid dan tidak mau melakukan terapi radioiodin, serta pada kondisi nodul kelenjar tiroid yang diduga kanker. Setelah operasi, pasien juga harus konsumsi hormon tiroid seumur hidup.

     

    Sekian jawaban dari saya, semoga bermanfaat

     

    dr. Irna Cecilia