Tanya Dokter

  • Apakah infeksi ini dari organ reproduksi atau dari organ perkemihan?

  •  Auroraa
    Anggota

    Selamat sore dok, sebelumnya terima kasih atas adanya fasilitas komunitas Alodokter.com ini.

    Saya sedikit tidak puas dengan pengobatan saya selama ini, karena dokter yang menangani saya (maaf) terkesan tertutup terhadap informasi yang saya butuhkan.

    Begini dok, saya sudah menderita keputihan sejak umur 12 tahun. Sekarang saya sudah berumur 20 tahun dan masih lajang. Jadi kalau dihitung - hitung, saya sudah menderita keputihan kurang lebih 8 tahun. Sejak awal keputihan saya normal - normal saja. Tetapi saat usia saya 17 - 20 tahun, keputihan saya mulai tidak normal. Semula berubah warna menjadi kuning, kemudian hijau, berbau, gatal dan sekarang disertai kram perut bagian bawah.

    Karena merasa khawatir, saya akhirnya memutuskan untuk memeriksakan diri ke dokter kandungan. Kemudian saya di USG, dengan hasil:

    • Cavum duoglasi : cairan hebat
    • Cavum abdomen  : Ascites : - , Massa tumor : -
    • Kesimpulan : PID.
    Kemudian saya diberi resep obat :
    • Ragyl Forte
    • Siclidon
    • Ketorolac
    Saya kemudian menghabiskan obat tersebut. Setelah obat itu habis, saya kembali periksa ke dokter sebelumnya. Di USG kembali, dan tidak ada informasi apapun yang saya dapatkan. Dokter hanya menganjurkan saya untuk cek lab.

    Esoknya saya cek lab. Dan hasilnya langsung saya bawa ke dokter tersebut. Semuanya normal, kecuali :

    • Leukosit dalam darah : saya lupa, tapi kata dokter yang menangani saya, jumlah leukosit dalam darah saya tinggi tapi masih dalam batas normal
    • Leukosit dalam urin : 3 - 4, kata dokter yang menangani saya, itu berarti ada infeksi di bagian organ perkemihan.
    Kemudian saya diberi resep kembali :
    • Asam mefenamat
    • Obat antibiotik (saya lupa namanya)
    Nah, yang jadi pertanyaan saya :
    • Obat untuk PID kemarin sudah habis, tetapi kenapa saya masih merasakan kram di perut bagian bawah dan tetap ada keputihan?
    • Menurut dokter, itu tanda gejala dari PID atau infeksi organ perkemihan? karena saya masih bingung mengingat bahwa saya tidak pernah merasa nyeri waktu BAK dan tidak pernah ada darah di urin saya.
    • Menurut dokter, saya harus melanjutkan pengobatan yang mana? Untuk PID atau untuk infeksi organ perkemihan?
    • Apakah ada hubungan antara infeksi yang terjadi di organ reproduksi dengan organ perkemihan?
    Sekian. Terima Kasih dok.. <div id="__if72ru4sdfsdfrkjahiuyi_once" style="display: none;"></div> <div id="__if72ru4sdfsdfruh7fewui_once" style="display: none;"></div> <div id="__zsc_once"></div> <div id="__hggasdgjhsagd_once" style="display: none;"></div>

    Auroraa  Auroraa
    Anggota

    Auroraa June 21, 2015 at 4:32 pm Selamat sore dok, sebelumnya terima kasih atas adanya fasilitas komunitas Alodokter.com ini. Saya sedikit tidak puas dengan pengobatan saya selama ini, karena dokter yang menangani saya (maaf) terkesan tertutup terhadap informasi yang saya butuhkan. Begini dok, saya sudah menderita keputihan sejak umur 12 tahun. Sekarang saya sudah berumur 20 tahun dan masih lajang. Jadi kalau dihitung – hitung, saya sudah menderita keputihan kurang lebih 8 tahun. Sejak awal keputihan saya normal – normal saja. Tetapi saat usia saya 17 – 20 tahun, keputihan saya mulai tidak normal. Semula berubah warna menjadi kuning, kemudian hijau, berbau, gatal dan sekarang disertai kram perut bagian bawah. Karena merasa khawatir, saya akhirnya memutuskan untuk memeriksakan diri ke dokter kandungan. Kemudian saya di USG, dengan hasil:
    • Cavum duoglasi : cairan hebat
    • Cavum abdomen  : Ascites : – , Massa tumor : –
    • Kesimpulan : PID.
    Kemudian saya diberi resep obat :
    • Ragyl Forte
    • Siclidon
    • Ketorolac
    Saya kemudian menghabiskan obat tersebut. Setelah obat itu habis, saya kembali periksa ke dokter sebelumnya. Di USG kembali, dan tidak ada informasi apapun yang saya dapatkan. Dokter hanya menganjurkan saya untuk cek lab. Esoknya saya cek lab. Dan hasilnya langsung saya bawa ke dokter tersebut. Semuanya normal, kecuali :
    • Leukosit dalam darah : saya lupa, tapi kata dokter yang menangani saya, jumlah leukosit dalam darah saya tinggi tapi masih dalam batas normal
    • Leukosit dalam urin : 3 – 4, kata dokter yang menangani saya, itu berarti ada infeksi di bagian organ perkemihan.
    Kemudian saya diberi resep kembali :
    • Asam mefenamat
    • Obat antibiotik (saya lupa namanya)
    Nah, yang jadi pertanyaan saya :
    • Obat untuk PID kemarin sudah habis, tetapi kenapa saya masih merasakan kram di perut bagian bawah dan tetap ada keputihan?
    • Menurut dokter, itu tanda gejala dari PID atau infeksi organ perkemihan? karena saya masih bingung mengingat bahwa saya tidak pernah merasa nyeri waktu BAK dan tidak pernah ada darah di urin saya.
    • Menurut dokter, saya harus melanjutkan pengobatan yang mana? Untuk PID atau untuk infeksi organ perkemihan?
    • Apakah ada hubungan antara infeksi yang terjadi di organ reproduksi dengan organ perkemihan?
    Sekian. Terima Kasih dok.. <div id=”__if72ru4sdfsdfrkjahiuyi_once” style=”display: none;”></div> <div id=”__if72ru4sdfsdfruh7fewui_once” style=”display: none;”></div> <div id=”__zsc_once”></div> <div id=”__hggasdgjhsagd_once” style=”display: none;”></div>
     

    Auroraa  dr. Rico N
    Dokter

    Hai Aurora, <p style="text-align: left;">Keputihan merupakan kondisi alami yang berfungsi membersihkan dan melindungi vagina dari infeksi. Keputihan dikatakan normal/fisiologis apabila : keputihan berwarna bening hingga keputih-putihan, tidak berbau, tidak gatal/ perih di sekitat vagina, umumnya berkaitan dengan siklus haid,yaitu ketika memasuki masa subur (14 hari sebelum menstruasi selanjutnya) dan saat menjelang menstruasi.</p> <p style="text-align: left;">Keputihan yang tidak normal/patologis adalah bila :</p>

      <li style="text-align: left;">keputihan dengan lendir berwarna putih pecah susu disertai gatal - merujuk pada infeksi jamur, tidak menular melalui hubungan seksual <li style="text-align: left;">keputihan dengan lendir berwarna putih atau abu-abu dan berbau amis - merujuk pada gangguan keseimbangan bakteri normal pada vagina, tidak menular melalui hubungan seksual <li style="text-align: left;">keputihan dengan lendir berwarna kuning kehijauan, berbau, menimbulkan rasa gatal/perih di sekitar vagina - merujuk pada infeksi parasit (trikomoniasis), menular melalui hubungan seksual <li style="text-align: left;">keputihan disertai lendir warna coklat atau mengandung darah <li style="text-align: left;">disertai nyeri pada tulang panggul atau saat buang air kecil - mengindikasikan peradangan pada panggul sering diakibatkan oleh infeksi menular seksual gonore atau klamidia
    Berikut adalah artikel lengkap mengenai keputihan PID/ pelvic inflammatory disease atau peradangan pada panggul merupakan infeksi pada organ reproduksi wanita yang biasanya terjadi akibat infeksi dari bakteri yang ditularkan melalui hubungan seksual, yaitu gonore dan klamidia. Gejala-gejala yang ditimbulkan dari PID antara lain:
    • nyeri pada bagian bawah perut dan panggul
    • keputihan dengan bau busuk
    • menstruasi tidak teratur
    • demam
    • nyeri atau kesulitan berkemih
    • nyeri saat hubungan intim
    PID sering juga tidak menimbulkan gejala, terutama infeksi ringan yang disebabkan oleh klamidia. Karena berkaitan dengan organ reproduksi wanita (nyeri saat berkemih merupakan akibat dari peradangan pada panggul, karena kandung kemih terletak di bagian depan dari rahim sehingga apabila rahim dan beserta panggul terinfeksi juga dapat disertai keluhan nyeri saat berkemih), sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan mengenai keluhan yang Anda alami agar mendapat pengobatan yang sesuai. Tidak sama dengan infeksi di saluran pernafasan atau pencernaan, pengobatan peradangan panggul sering kali memerlukan pengobatan antibiotik kombinasi dan durasi yang lebih panjang.Berkonsultasilah dengan dokter yang menangani Anda Demikian, semoga membantu dr. Rico Novyanto