Tanya Dokter

  • Keputihan berwarna coklat, gejala kanker serviks kah ?

  •  Ulya
    Anggota

    Hi dokter..

    Ini adalah hari ke 2 saya keputihan yang berwarna kecoklatan, seperti flek. Saya belum menikah dan menstruasi saya normal. Saya tidak merasakan tanda apapun ditubuh saya. Hanya memang (entah ini berhubungan atau tidak) saya memang merasa sakit ditenggorokan seperti radang. Apakah keputihan yang kecoklatan ini gejala kangker serviks? Terimakasih

     

    Halo Ulya, terima kasih untuk pertanyaannya.

    Keputihan sebenarnya normal ditemui pada wanita dan jumlahnya bervariasi sesuai dengan siklus menstruasi. Keputihan yang semakin banyak, berubah warna (tidak lagi putih/jernih), dan disertai rasa gatal/nyeri sudah menandakan adanya keputihan yang tidak normal. Beberapa kondisi yang dapat menimbulkan hal tersebut diantaranya:

    • Keputihan saat akhir periode menstruasi
    • Atrofi vaginitis
    • Polip rahim
    • Perdarahan karena implantasi janin
    • Penyakit menular seksual
    • Penyakit radang panggul
    • Kanker serviks

     

    Kanker serviks merupakan kanker yang timbul pada leher rahim wanita. Hampir seluruh kanker ini awalnya disebabkan oleh infeksi virus HPV. Infeksi ini bisa timbul karena adanya kontak seksual (berhubungan intim) sehingga lebih rentan mengenai kelompok orang yang aktif secara seksual. Beberapa gejala kanker serviks, diantaranya:

    • Perdarahan tidak normal dari kemaluan, baik setelah berhubungan seksual atau diluar siklus menstruasi
    • Cairan yang keluar tanpa berhenti dari vagina dengan bau yang aneh atau berbeda dari biasanya, berwarna merah muda, pucat, cokelat, atau mengandung darah.
    • Rasa sakit tiap kali melakukan hubungan seksual.
    • Perubahan siklus menstruasi tanpa diketahui penyebabnya

     

    Berdasarkan informasi tersebut, kecil kemungkinan gejala yang Ulya alami merupakan kanker serviks apabila benar Anda belum pernah melakukan hubungan intim (belum menikah). Namun, keputihan yang berubah warna tetap saja termasuk tidak normal sehingga perlu ditelusuri penyebabnya. Oleh karena itu, disarankan agar Anda tetap memeriksakan diri ke dokter untuk evaluasi lebih lanjut. Sementara itu, usahakan agar tetap selalu menjaga kebersihan organ intim Anda untuk mengurangi resiko terjadinya infeksi pada kemaluan.

    Artikel mengenai menangani keputihan dan kanker serviks dapat dibaca sebagai tambahan.

    Sekian, semoga membantu.

    dr. Sonia L