Tanya Dokter

  • Apa kanker serviks bisa disembuhkan dengan obat herbal tanpa melalui kemoterapi?

  • keluarga saya ada yang terkena kanker servik,dia berumur 51 tahun.awalnya dia mengeluarkan keputihan sampai berbulan-bulan. dia hanya berobat kepuskesmas terdekat sampai berkali-kali hingga dirujuk keRSUD hasilnya menyatakan bahwa dia terkena kanker servik. sebenarnya dia sudah merasa tidak sehat setengah tahun yang lalu,tetpi dia mengira keputihan itu adalah gejala monopose. dia disarankan oleh dokter untuk menjalani oprasi atau kemoterapi,karena takut dia memilih untuk berobat herbal pada slah satu dokter dikota jogjakarta. dan pemakaian obat herbal tsb sudah berjalan selama 5 bulan dengan pengaturan pemakaian awal obat tsb diminum 4 kali sehari KHUSUS 4 bulan pertama.kemudian mengalami rasa sakit pada bagian pinggul dan diikuti dengan pendarahan yg berlangsung setiap harinya, setelah itu dia melakukan cek up pada laborat klinik.dokter memerintahkan untuk mengecek 1) CEA# dengan hasil 1,01 ng/mL dan nilai rujukan 5. 2)CEA 125# dengan hasil 29,7 U/mL dan nilai rujukan 35. 3) SCC 1,2 ng/mL dan nilai rujukan 1,5. setelah 4 bulan dia konsultasi dgn dr. jogjakarta dan dia disarankan untuk melanjukan pengobatan selama 4 bulan kembali tetapi dgn pemakaian aturan obat 2 kali sehari.pendaranpun masih berlanjut hmpir selesainya bulan pertama pd tahap ke-2 . karena pendarahan yg berlangsung secara terus menerus hingga akhirnya kondisinya semakin lemah dan tingkat HB nya 3,5 dan mengalami pembengkakan dikaki akibat urin keluar tidak lancar. hingga dibawa kesebuah rumah sakit untuk transfusi darah supaya HBnya bertambah,dan mengobati urin agar keluarnya kembali normal. dan hasilnya 1-3 harikondisi badannya semakin membaik dan HBnya naik menjadi 9,3.tetapi karena ada unsur anemia maka dokter menyarankan untuktambah 1 kantong darah lagi untuk menormalkan HBnya mendekati 12. tetapi setelah transfusi darah yg terakhir badannya kembali drop dan mengalami bintik-bintik hitam pada kulit dan urin kembali tdk normal walaupun sudah memakai selang pembuangan urin dan kembali terjadi pembengkakan dr bagian ujung kaki hingga bagian perut jg mengalami sesak nafas, jadi,,,menurut dokter apa yg harus dilakukan dengan kondisi seperti itu, apakah tetap melanjutkan pengobatan herbal atau menjalani kemoterapi.??? jika bisa dilakukan dengan cara herbal bagaimana memilih cara yg aman. atau jika dengan kemoterapi atau operasi bagaimana dengan effek samping dr kemo tersebut dengan kondisi yang sekarang..???

    terima kasih atas jawabannya

    Hana Sang Mutiara Langit  dr. Rico N
    Dokter

    Hai, Saya turut prihatin dengan kondisi yang menimpa keluarga ibu. Penanganan kanker leher rahim dapat melalui : 1. Operasi 2. Kemoterapi 3. Radioterapi HIngga saat ini belum ada bukti ilmiah yang membenarkan penggunaan herbal  sebagai terapi tunggal dalam mengobati kanker leher rahim. Sehingga saya tidak menyarankan untuk melanjutkan pengobatan tersebut, karena memang tidak ada bukti ilmiah yang memperlihatkan bahwa cara tersebut efektif. Jika memang  masih ingin menggunakannya, sebaiknya hanya dijadikan pendamping, dan konsultasikan dengan dokter spesialis yang menangani pasien. Saya menyarankan agar ibu kembali ke dr. spog/kandungan dan kebidanan untuk kembali memeriksakan saudara ibu. Karena dari penjelasan ibu, tampak ada perburukan gejala, dan bukan tidak mungkin selama 4-5 bulan menjalani pengobatan herbal justru penyakit bukannya membaik malah memburuk dan naik stadiumnya. Gangguan / kesulitan berkemih dapat menjadi tanda bahwa kanker mulai menginvasi kandung kemih ataupun mulai merusak ginjal akibat pendesakan pada saluran kemih yang menyebabkan bendungan dan pembengkakan ginjal (hidronefrosis) , masalahnya jika hal tersebut terjadi maka stadium kanker sudah bisa mencapai stad IIIb-IV Sehingga perlu mengunjungi dokter sp.OG untuk dilakukan pemeriksaan ulang dan memastikan perkembangan kankernya, sudah sampai stadium / grade apa, karena pilihan pengobatan tiap stadium berbeda. Secara umum (pemilihan terapi mungkin dapat sedikit bervariasi tergantung kondisi pasien) pemilihan terapi pada kanker leher rahim: Stadium /stage 0 (karsinoma in situ) pilihan pengobatan adalah ablasi/eksisi lokal pada stage IA1 pilihannya pembedahan; pengangkatan rahim, termasuk histerektomi radikal dan konisasi pada stage IA2, IB, IIA, pilihan terapi biasanya kombinasi antara radioterapi (terapi sinar) dengan brakiterapi (memasukkan bahan radioaktif ke leher rahim) dan pengangkatan rahim disertai pengangkatan kelenjar getah bening panggul pada stage IIB, III, atau IVA biasanya sudah terjadi metastasis sehingga pembedahan tidak lagi menjadi pilihan. Mka dilakukan kemoterapi dan radiasi/penyinaran stadium IV terapi disesuaikan orang-per orang, berbasis paliatif (tidak lagi berupaya menyembuhkanm, tetapi hanya mengurangi gejala dan meringankan penderitaan) dapat digunakan radiasi/sinar dan atau kemoterapi tergantung keutuhan. Berikut informasi lebih lanjut mengenai kanker serviks dan pengobatannya Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat.