Tanya Dokter

  • Penyebab jantung berdebar-debar

  •  Rita K. Djung
    Anggota
    Halo Dokter, Saya 26th, dari dulu nafas saya pendek, tidak bisa menahan nafas lama, detak jantung kadang cepat dan terasa sekali detaknya, kadang biasa saja. Saya juga mudah cemas, suasana hati mudah berubah, dan tidak kuat minum kopi atau teh karena akan mengakibatkan jantung berdebar-debar dan keringat dingin. Suhu badan saya juga selalu hangat bahkan terkadang panas. Saya juga selalu berkeringat pada telapak tangan dan kaki. Kira-kira penyakit apa yang menyebabkan kondisi saya ini? Tes apakah dan dokter spesialis apakah yang harus saya temui mengenai kondisi saya ini?

    Halo Rita.......

    Terimakasih atas pertanyaan Anda.

    Gangguan kesehatan yang Anda alami jika kita fokuskan kepada jantung yang berdebar, dimana dalam bahasa medis disebut sebagai Palpitasi, maka dapat disebabkan oleh berbagai macam hal.

    Kondisi palpitasi sendiri sebenarnya tergolong umum dan biasanya berlangsung selama beberapa detik atau beberapa menit. Namun apabila palpitasi yang dirasakan sudah sering mengalami kekambuhan, semakin memburuk, dan disertai gejala tertentu seperti sesak dan pusing, maka patutlah diwaspadai.

    Berikut ini beberapa hal yang dapat menyebabkan seseorang menderita palpitasi, diantaranya adalah : gangguan psikologis seperti stres/ cemas/ panik, kafein, merokok, demam, perubahan hormon yang dikaitkan dengan kehamilan/ menstruasi/ menopause, mengonsumsi minuman yang beralkohol, penggunaan obat - obatan tertentu yang memicu hal ini, hipertiroid, penderita tekanan darah tinggi, ganguan kesehatan pada jantung, dan lain sebagainya.

    Kami sangat menyarankan untuk segera menemui dokter spesialis penyakit dalam terlebih dahulu, dan mendiskusikan masalah ini, agar Anda dapat dilakukan serangkaian pemeriksaan lebih lanjut secara langsung.

    Beberapa pemeriksaan yang kemudian akan dilakukan oleh dokter terkait masalah yang anda alami, diantaranya meliputi : pemeriksaan fisik, tes darah, tes fungsi tiroid, rekam jantung / EKG, rontgen dada, dll., sehingga akhirnya penanganan yang tepat dapat diberikan sesuai dengan penyebab pasti yang nantinya diketahui.

    Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

    Salam,

    @dr.jati