Tanya Dokter

  • apakah lemah sahwat pada wanita bisa disembuhkan?

  •  Ello
    Anggota

    slamat siang, dok sdah bberapa bulan ini sya mndrita lemah sahwat, dan saat ini sya sdang hamil. lmah sahwt itu brawal sejak dua minggu sblum sya hamil, stlah sya masturbasi. vagina sya tidak sensitif lgi dan kadang tidak bisa orgasme sàat brhubungan dngan suami. apakah lmah sahwat ini msih bisa di sembuhkan dok, dan jikaa sya ingin mengkonsultasikan nya harus pada dokter apa? dan apa tidak akan berpengaruh pada kandungan saya, dan saat melahirkan? saya mohon jawaban nya dok, trmksh..

    Halo Ello.. Terima kasih sudah bertanya di Alodokter. Pada saat sedang dalam kondisi hamil bisa saja untuk melakukan hubungan seksual asalkan kondisi kandungan Anda dalam keadaan sehat, tidak ada riwayat keguguran sebelumnya, dan tidak adanya kontraindikasi dalam kehamilan misalnya kehamilan yang belum kuat atau adanya penyakit lain dalam kehamilan seperti infeksi, darah tinggi, diabetes, atau penyakit lainnya.Sehingga bila Anda ingin melakukan hubungan seksual pada saat sedang hamil harus dikonsultasikan dahulu dengan dokter kandungan Anda untuk mengetahui keadaan dari kondisi kehamilan Anda saat ini. Proses ejakulasi pada wanita atau sering disebut dengan 'gushing' atau 'squirting' berbeda dengan proses ejakulasi pada pria. Ada penelitian yang menyatakan bahwa wanita tidak selalu mengalami ejakulasi setiap berhubungan seksual. Ada yang secara teratur tetapi ada juga yang hanya sekali dalam seumur hidup. Dan umumnya ejakulasi pada wanita terjadi saat merasakan suatu rangsangan ataupun saat orgasme. Baik pria maupun wanita dalam mencapai orgasme atau ejakulasi tentunya mengalami setidaknya 4 tahap yaitu :

    • Kesenangan. Pada tahap ini vagina mulai mengembang. Klitoris, bibir dalam dan luar serta kadang-kadang disertai dengan payudara terasa bengkak.
    • Plateau. Pada tahap ini klitoris mulai masuk. Labia bagian dalam bibir berubah dari merah muda menjadi merah cerah atau bisa menjadi warna ungu tua pada wanita yang sudah memiliki anak.
    • Orgasme. Pada tahap ini akan terjadi dinding vagina berkontraksi setiap 8-10 detik disertai dengan kontraksi otot-otot rahim.
    • Pemulihan. Pada tahap ini terjadi relaksasi pada otot otot yang sebelumnya mengalami kontraksi.
    Dalam berhubungan seksual, kebutuhan pada masing-masing pasangan sangat bervariasi, sehingga bila Anda merasakan kondisi yang tidak nyaman seperti tidak dapat mencapai klimaks atau hal lainnya sebaiknya untuk dikomunikasikan dengan pasangan Anda. Hal tersebut kemungkinan bisa terjadi karena faktor psikis seperti stres, cemas, depresi, kelelahan, kebiasaan masturbasi, faktor lingkungan, dan lainnya. Bila keluhan belum membaik, Anda dapat berkonsultasi secara langsung dengan dokter ahli andrologi untuk penanganan yang tepat. Beberapa upaya yang dapat dilakukan adalah :
    • Menghindari faktor stres dengan selalu berpikir positif
    • Istirahat cukup
    • Mengkonsumsi makanan yang bernutrisi
    • Asupan cairan cukup
    • Tidak merokok dan mengkonsumsi minuman beralkohol
    • Tidak mengkonsumsi kafein
    • Tidak menggunakan obat-obatan di luar petunjuk dokter.
    Semoga dapat bermanfaat dr. Andisty Ate