Tanya Dokter

  • Apakah maladaptive daydreaming dapat mengakibatkan bipolar?

  • Halo dok, nama saya Lysta, umur saya 16 thn.

    Dok kemarin saya merasa perubahan mood yang aneh dan tanpa sebab. Saya pikir itu efek MD, tapi waktu itu saya gak ngelamunin apapun. Saya ngerasa depresi tanpa sebab, terus beberapa jam setelahnya mood saya langsung berubah jadi seneng gitu, beberapa menit lagi saya kembali depresi lagi, dan seharian gitu terus, berubah-ubah secra drastis. Selama seharian saya bener-bener gg ngerasa normal.

    Terus sya coba searching di google ktanya itu tanda-tanda bipolar, tpi waktu saya ngerasa depresi saya gak pernah berfikiran untk bunuh diri. Tapi juga banyak ciri-ciri bipolar yang saya rasain. disalah satu artikel ada yang nyebutin tentang bipolar tipe II,  dan itu bener-bener masuk sama apa yang saya rasain...

    apa mungkin Maladaptive Daydreaming bisa buat orang punya kelainan bipolar?...

    Halo Calysta,

    Terima kasih sudah bertanya kembali di alodokter.com. Seperti yang sudah dijelaskan oleh kolega saya sebelumnya, sejauh ini, kondisi ini dikaitkan dengan kondisi kesehatan mental lainnya seperti depresi, OCD, dan ADHD. Tidak diketahui dengan pasti mengapa kondisi ini berkaitan dengan maladaptive daydreaming. Untuk menjawab pertanyaan Anda. gangguan bipolar mungkin saja terjadi pada saat yang sama (co-morbid) namun megenai kaitannya dengan maladaptive daydreaming perlu diteliti lebih lanjut.

    Mengalami perubahan suasana hati dari senang menjadi sedih atau sebaliknya belum tentu merupakan gangguan bipolar karena suasana hati seseorang memang pasti berubah-ubah. Gangguan bipolar, atau disebut juga dengan manik depresif, adalah kondisi perubahan suasana hati yang terjadi secara fluktuatif dan drastis, misalnya tiba-tiba menjadi sangat bahagia dari yang sebelumnya sedih. Terdapat dua episode dalam gangguan bipolar, yaitu episode mania (fase naik); di mana penderitanya terlihat sangat bersemangat dan enerjik; dan depresi (fase turun); di mana penderita akan terlihat sedih, lesu, dan kehilangan minat terhadap aktivitas sehari-hari.

    Penyebab kondisi ini tidak diketahui dengan pasti tetapi diperkirakan karena gangguan keseimbangan zat pengendali fungsi otak (nerurotransmiter). Resiko mengalami kondisi ini akan meningkat pada orang yang memiliki tingakt stres yang tinggi, mengalami pengalaman traumatik, memiliki kecanduan terhadap obat terlarang dan alkohol, serta memiliki riwayat keluarga dengan kondisi yang sama.

    Untuk mengetahui apakah yang Anda alami termasuk gangguan bipolar, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kejiwaan/ psikiater karena dokter perlu melakukan pemeriksaan untuk menilai kesehatan mental Anda. Biasanya dokter juga akan memerlukan keterangan dari orang dekat Anda seperti keluarga dan teman-teman terdekat.

    Semoga informasi ini membantu.

    Dr. Aloisia