Tanya Dokter

  • dampak dari penyakit campak

  •  Adetr33
    Anggota
    Hallo Dokter.. Nama saya ade seorang karyawati dan ibu rumah tangga dgn 3 org anak. Saat ini saya sedang sakit campak dan hari ke 3 ini kaki, tangan dan muka saya membengkak sehingga klo saya buang hajat tdk bisa jongkok dan agak susah berjalan..apakah itu salah satu dari dampak penyakit campak..?? Dan bab nya jadi mencret..fyi saya msh menyusui anak saya 9bln Apakah itu ga masalah dok..?? Mohon pencerahannya.. Thanks

    Adet yang baik,

    penyakit campak merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus campak yang ditularkan melalui percikan liur atau cairan tubuh yang dipancarkan ketika seseorang mengalami batuk dan terhirup oleh seseorang. Kondisi ini pada dasarnya tidak mutlak akan mengakibatkan campak, karena dasar penyakit campak ialah infeksi virus yang sebetulnya bisa saja tidak memburuk asalkan daya tahan tubuh seseorang kuat.

    Manifestasi campak yang paling utama ialah, batuk pilek, disertai konjungtivitis atau kemerahan pada mata, yang kemudian diikuti dengan demam dan ruam kemerahan yang muncul mulai dari belakang telinga dan meluas ke batang tubuh, hingga ke alat gerak. Umumnya demam mulai menurun bila ruam telah mencapai ujung-ujung alat gerak. Ruam yang muncul hanyalah gambaran kemerahan rata pada kulit yang tidak diikuti oleh gejala bengkak. Kondisi wajah dan muka yang bengkak dapat disebabkan oleh reaksi alergi terhadap suatu paparan misalnya debu, ataupun makanan dan obat-obatan tertentu yang bersifat alergen terhadap tubuh. Menghadapi kondisi seperti ini tentu perlu dilakukan evaluasi ulang menyeluruh untuk menentukan apa yang menyebabkan keluhan Anda saat ini. Mengenai BAB yang mencret, Anda sebaiknya menjaga kecukupan cairan dengan mengonsumsi cairan yang mengandung elektrolit yang disesuaikan dengan frekuensi BAB. Kami sangat merekomendasikan Anda terlebih dahulu untuk memeriksakan keluhan Anda pada dokter untuk mendapatkan penanganan yang terbaik. Berikut kami lampirkan artikel mengenai campak. Semoga bermanfaat.

     

    dr. N. K. Arief