Tanya Dokter

  • mata merah sebelah dan gelembung bernanah di seluruh tubuh

  •  Abdul Wahid
    Anggota

    Selamat pagi dok . izin bertanya saya mengalami Mata Merah sebelah,muncul gelembung² kecil bernanah di seluruh tubuh : Kepala,Wajah,leher,badan,kaki,dll dan gelembung gelembung tersebut sangat Gatal dok, apakah penyakit tersebut,dan cara.mengobatinya. Terimakasih

    Hai, Munculnya gelembung-gelembung berisi nanah yang timbul tersebar hampir menyeluruh pada tubuh dapat disebabkan oleh berbagai macam sebab, diantaranya :

    1. campak
    2. cacar air
    3. skabies (kudis) - skabies dengan infeksi sekunder dapat menyebabkan bentol-bentol berisi nanah
    4. SSSS (staphylococcal scalded skin syndrome) - akibat infeksi bakteri, menyebabkan lesi yang menyeluruh pada tubuh
    5. SJS (steven johnson syndrome) dan TEN (toxic epidermal necrolysis) - akibat reaksi alergi pada obat
    6. impetigo - terjadi akibat infeksi bakteri
    7. dan lainnya
    Penegakan diagnosis penyakit kulit tidaklah mungkin tanpa melihat langsung bentuk dan persebaran lesi pada kulit. Oleh karena itu, sebaiknya Anda menemui dokter secara langsung untuk mengetahui sebab dari keluhan yang Anda alami. Dokter akan menanyakan lebih lengkap mengenai riwayat terjadinya keluhan, melakukan pemeriksaan fisik, serta melakukan pemeriksaan penunjang lainnya. Keluhan mata merah yang Anda alami dapat terjadi akibat suatu dasar penyebab yang sama dari keluhan pada kulit yang Anda alami, maupun akibat penyebab lain, seperti konjungtivitis, hordeolum, keratitis, dan lainnya. Pengobatan terbaik untuk keluhan Anda akan berbeda tergantung dari apa yang ditemukan menjadi penyebabnya. Berikut merupakan beberapa hal sederhana yang dapat Anda lakukan untuk membantu meringankan keluhan :
    1. jangan menggaruk kulit yang gatal, lebih baik diusap perlahan
    2. jaga kebersihan tubuh
    3. jangan menggosok lesi kulit terlalu keras pada saat mandi dan mengeringkan tubuh dengan handuk
    4. gunakan sabun mandi yang ringan
    5. istirahat yang cukup
    Semoga membantu, dr. Dian Paramitasari