Tanya Dokter

  • Perdarahan setelah melakukan hubungan seksual

  • dok...saya mau tanya,  pada saat saya ML. tiba-tiba saja vagin saya mengeluarkan darah yang banyak, dan pada saat itu bukanlah waktu saya untuk haidh. dan darahnya itu bisa membeku dan tidak mirip seperti darah haid, saya sudah mengalaminya untuk kedua kalinya dok. Apakah mengalami suatu penyakit? dan jikalau saya memang menderita suatu penyakit, apa yang sebaiknya saya lakukan dok? tolong penjelasannya DOK!

    Weny Eka Yantie El-ghorbiah October 24, 2015 at 5:43 pm dok…saya mau tanya, pada saat saya ML. tiba-tiba saja vagin saya mengeluarkan darah yang banyak, dan pada saat itu bukanlah waktu saya untuk haidh. dan darahnya itu bisa membeku dan tidak mirip seperti darah haid, saya sudah mengalaminya untuk kedua kalinya dok. Apakah mengalami suatu penyakit? dan jikalau saya memang menderita suatu penyakit, apa yang sebaiknya saya lakukan dok? tolong penjelasannya DOK!
    dok.....saya mohon penjelesannya dong.......... tolong di jawab!  

    Weny Eka Yantie El-ghorbiah October 24, 2015 at 6:05 pm
    Weny Eka Yantie El-ghorbiah October 24, 2015 at 5:43 pm dok…saya mau tanya, pada saat saya ML. tiba-tiba saja vagin saya mengeluarkan darah yang banyak, dan pada saat itu bukanlah waktu saya untuk haidh. dan darahnya itu bisa membeku dan tidak mirip seperti darah haid, saya sudah mengalaminya untuk kedua kalinya dok. Apakah mengalami suatu penyakit? dan jikalau saya memang menderita suatu penyakit, apa yang sebaiknya saya lakukan dok? tolong penjelasannya DOK!
    dok…..saya mohon penjelesannya dong………. tolong di jawab! dok............... balas dong!
     

    Dear Weny, Darah yang keluar saat berhubungan seks bisa disebabkan oleh:

    • gesekan yang terlalu kuat saat berhubungan
    • vagina yang kering
    • kurangnya cairan lubrikasi alami
    • vaginitis
    • atrofi vagina
    • luka akibat penyakit menular seksual seperti herpes dan sifilis
    • cedera pada lapisan rahim
    • polip serviks
    • radang serviks
    • kanker serviks
    • dsb.
    Untuk memastikan penyebabnya, konsultasikan dengan dokter kebidanan dan kandungan dimana dokter akan menanyakan gejala secara lebih lengkap dan melakukan pemeriksaan fisik yang diperlukan. Pemeriksaan penunjang seperti USG mungkin akan dokter lakukan. Terapi yang sesuai dengan diagnosis akan dokter berikan. Berikut anjuran yang dapat Anda lakukan:
    • hindari gesekan yang terlalu kuat saat berhubungan seksual
    • usahakan pemanasan atau foreplay yang memadai untuk meningkatkan produksi cairan lubrikasi alami
    • jika perlu gunakan pelumas alami berbahan dasar air
    • hindari melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan
    Demikian penjelasan saya, semoga bermanfaat. Terima kasih dan salam, dr. Rony Wijaya