Tanya Dokter

  • Apakah Pil Kb membuat sulit punya anak?

  •  Daivy Handoyo
    Anggota

    dok... sya udah nikah 2 thn lebih.. selama 1 thun sya sutik KB yg 1 bulan sekali, sya udah berhenti suntik hampir 1 tahun..?? tp tak kunjung mempunyai buah hati... pdhal sya sudah pergi ke dokter dan tes kesuburan smwa.a normal... bhkan sya sudah sering minum bhkan sutik kesuburan skrang??? apa yg harus sya lakukan lg skrng dok..??

    Halo Daivy, Banyak anggapan di masyarakat yang mengatakan bahwa penggunaan pil KB akan mempengaruhi kesuburan seseorang.Tapi anggapan tersebut ternyata salah. Menurut penelitian terbaru, status kesuburan seseorang tidak berbeda antara wanita yang tidak pernah mengkonsumsi pil KB maupun wanita yang pernah mengkonsumsi pil KB. Memang setelah berhenti mengkonsumsi pil KB, butuh beberapa saat agar siklus menstruasi menjadi normal kembali. Tetapi hal tersebut tidak mempengaruhi kesuburan seseorang. Silahkan baca artikel tentang sulit hamil setelah berhenti pil KB Wanita kadangkala sering dipersalahkan dalam hal ketidaksuburan, pada kenyataannya pria juga cukup berkontribusi dalam hal ketidaksuburan. Sebanyak 40% kasus ketidaksuburan berasal dari pihak pria, 40% dari pihak wanita, dan 20% berasal dari keduanya. Beberapa aspek yang berperan untuk mendiagnosis ketidaksuburan adalah :

    • Kualitas sperma
    • Kualitas sel telur
    • Gaya hidup Anda dan pasangan, apakah merokok atau tidak
    • Apakah terdapat gangguan ovulasi akibat gangguan tiroid atau sindrom polikistik ovari
    • Apakah Anda mengkonsumsi obat tertentu
    • Dll
    Silahkan baca artikel tentang infertilitas wanita dan tes kesuburan Hal-hal yang dapat Anda lakukan :
    • Rutin berhubungan di masa subur
    • Cukup beristirahat
    • Jaga berat badan ideal
    • Hindari faktor stress
    • Hindari merokok dan juga asap rokok
    Dalam melakukan program atau usaha agar hamil memang diperlukan biaya yang tidak sedikit dan juga mempengaruhi faktor emosional. Jangan pernah bosan untuk saling mendukung dan saling bekerja sama antara Anda dan pasangan. Karena masalah ketidaksuburan tidak hanya permasalahan satu orang saja, tetapi memerlukan kerjasama dari kedua belah pihak agar tujuan tercapai. Semoga membantu, dr. Tri