Tanya Dokter

  • Sakit dada dan sesak napas

  •  kurnianti
    Anggota

    dok sy mau tanya kalau seseorang yang sakit dada dan sesak napas apakah merupakan penyakit jantung. mohon penjelasannya trima kasih

    Hai, Jika yang Anda maksud adalah penyakit Jantung Koroner (akibat terhambatnya aliran darah ke jantung), beberapa gejalanya adalah:

    • Angina/angin duduk, yaitu nyeri dada yang muncul saat beraktivitas berat dan membaik dengan istirahat. Nyeri dada dapat menjalar ke pundak, leher, rahang, punggung maupun lengan.
    • Dada terasa tertekan
    • Sesak nafas
    • Gelisah
    • Pusing dan lelah
    • Mual
    • Pada keadaan yang berat dapat terjadi serangan jantung, yaitu aliran darah ke jantung terhambat sepenuhnya. Gejalanya meliputi sakit dada yang parah, kesulitan bernafas, lemas, pusing, hingga dapat menimbulkan kematian.
    Namun demikian, nyeri dada dapat diakibatkan oleh penyebab yang lain. Secara umum nyeri dada dapat disebabkan oleh kelainan pada jaringan penyusun dinding dada (kulit, otot, tulang), pada jaringan di atas dada (payudara), maupun pada organ yang berada di dalam dada dan sekitarnya (jantung, paru-paru, lambung). Beberapa kemungkinan penyebab nyeri dada:
    • Cedera pada otot dinding dada
    • Trauma tulang rusuk
    • Peradangan pada payudara (Mastitis)
    • Penyakit asam lambung/GERD
    • Batu empedu atau kelainan empedu
    • Gangguan menelan
    • Sumbatan pembuluh darah paru-paru
    • Pneumothoraks
    • dll
    Nyeri dada yang bersumber dari jantung umumnya tidak dapat dilokalisir (lokasinya tidak dapat ditunjukkan dengan jelas). Jika Anda dapat menunjukkan lokasi nyeri dengan jelas, kemungkinan nyeri dada berasal dari jaringan pembentuk dinding dada atau jaringan di atasnya (kulit, otot, tulang, payudara). Beberapa anjuran yang dapat dilakukan:
    • Cukup istirahat dan cukup tidur
    • Makan secara teratur dengan pola gizi seimbang
    • Hindari makanan yang bersifat terlalu pedas, asam atau berminyak
    • Kurangi gerakan yang menggunakan otot dada (mengangkat, menarik, mendorong dll)
    • Hindari mengurut atau menekan area yang sakit
    • Jika nyeri terasa mengganggu Anda dapat mengonsumsi pereda nyeri yang dijual bebas di pasaran, misalnya Paracetamol atau Ibuprofen
    • Kelola stres
    Bila keluhan tidak membaik sebaiknya Anda memeriksakan diri ke Dokter untuk mengetahui penyebabnya. Selain pemeriksaan fisik jika diperlukan Dokter akan menganjurkan pemeriksaan penunjang seperti EKG, Echocardiography, X-Ray, CT Scan dan lainnya. Penanganan yang tepat akan dapat diberikan sesuai dengan penyebab yang mendasarinya. Berikut laman yang memuat artikel dengan topik yang terkait: Demikian semoga bermanfaat. Salam, dr. Muliani Sukiman