Tanya Dokter

  • Apakah saya depresi atau bipolar?

  •  Kiki Khairini
    Anggota

    Salam kenal dokter, nama saya kiki. Saya seorang mahasiswa. Saya ingin berkonsultasi mengenai kesehatan mental saya. Saya termasuk mahasiswa yang aktif dan terkenal karena saya supel di kampus. Namun sudah ber bulan-bulan lebih saya menarik diri dari lingkungan, kadang mengalami susah tidur selama sebulanan, kadang malah saya merasa sangat lelah dan tidur terus menerus. saya pun gampang menangis setiap hari. saya merasa tidak ada satu orang pun yang dekat dengan saya, dan saya merasa tidak dibutuhkan, saya susah berkomunikasi dengan orang sekarang. Namun jika teman-teman saya mendatangi saya untuk mengajak bercanda saya bisa tertawa lepas dan merasa sangat bahagia bersama teman-teman saya tapi lalu saya mendadak sedih dan rendah diri lagi lalu menangis lagi. semakin lama saya menjadi orang yang mudah marah dan tidak suka dengan kehadiran orang. sekarang, saya merasa ingin pergi jauh dan memulai hidup baru meninggalkan semua yang ada sekarang. apa yang harus saya lakukan? saya ingin menjadi diri saya yang dulu lagi, saya ingin bangkit lagi.

    Hai, Depresi merupakan keadaan yang ditandai dengan perasaan muram, gangguan berpikir dan kekurangan energi (mis. mudah lemas, kurang antusias, tak lagi mengerjakan hobi). Kondisi ini perlu berlangsung setidak-tidaknya 2 minggu untuk digolongkan sebagai gangguan depresi. Untuk mendiagnosa depresi, diperlukan pemeriksaan langsung oleh Psikiater (Spesialis Kedokteran Jiwa, Sp. KJ); karena masih ada beberapa kondisi yang menyerupai depresi misalnya:

    • Ketidakseimbangan hormon, terutama menjelang haid
    • Kehilangan (mis. keluarga dekat meninggal, rumah terbakar, dsb.)
    • Gangguan stres pasca trauma
    • Gangguan bipolar -- ditandai dengan adanya gejala mania, yaitu kebalikan dari depresi seperti energi meluap-luap, isi pikir yang sangat aktif dan tidak menghiraukan bahaya
    Apabila betul terdiagnosa sebagai depresi, Anda biasanya akan diberikan terapi berupa psikoterapi (mis. konseling atau terapi keluarga) dan pemakaian obat anti-depresi bila gejala dinilai cukup berat. Berikut tips untuk Anda:
    • Cari teman untuk mendampingi Anda melalui kesedihan
    • Cari bantuan psikiater; kebanyakan masalah jiwa tidak bisa diselesaikan sendiri
    • Hindari menggunakan narkoba atau alkohol sebagai bentuk pelampiasan -- tindakan ini justru akan memperburuk kondisi
    • Belajar untuk mengatasi stres
    Sekian, semoga bermanfaat. dr. Radius Kusuma