Tanya Dokter

  • Apakah saya harus membawa suami ke bagian kejiwaan?

  • Selamat Siang,

    Saya ibu dari 2 anak 6 dan 4 thn,to the point sdh menikah 7 thn .2 thn ini suami sangan temperament akut parah saya hampir tiap hari diKDRT dari dipukul langsung hingga pakai kayu.Ciri2 malam tak pernah tidur gelisah,suka ngomong liat si a si b yg jelas sdh tiada,mendengar bisikan,suka teriak sewaktu waktu,menarik diri dari lingkungan sosial keluarga besar dan tetangga,temperament dan suka berhayal/imajinasi seperti mendengar bisikan cenderung destruktif dan nyakitin saya pernah terparah dicekek waktu sy dzikir sholat dan pisau ditodong diperut pas mau brgkat kerja walau tdk ditusukkan,sekarang blas tidak mau berangkat kerja,malas ibadah,mendengar suara ngaji dibanting bilang mau ngusir (saya jadi bingung) padahal suami sudah haji dan dulu ibadah kenceng.hal kecil bisa membuat dia ngamuk,Saya ingin menyelamatkan kejiwaan 2 anak sy karena mereka menyaksikan saya di kdrt..dan yg kecil pernah didorong pas sy diluar kot.Kenapa saya gak lapor polisi krn dia ayah dari anak y toh kejahatan KDRT tp tidak membuat cacat korban spertinya hukumannya ringan yg ada dia keluar saya dan keluarga saya bs habis.Saya sungguh bingung keluarga besar dia cenderung ntah antara peduli sekedarnya/gak mau ikut campur,tp sy memaklumi karena dia anak laki laki satu satunya.Kakanya perempuan dokter umum,adiknya apoteker,dia saat ini bekerja diklinik kluarga,sedangkan sy bekerja di bank konvesional. Saya hidup dalam ketakutan,sy mohon petunjuk,karena pun jika sy nuntut cerai bisa bisa sy dibunuh.karena 2 thn ini sangat temperament akut.aktivitas yg terlihat orang lain normal bahkan masih njemput anak anak saya dr playgroup hny sj dirumah sgt temperament  dan cenderung saya jadi pelampiasan..sy kenyang dipukul dijedodin ubin dtendang dipukul kayu.detik inipun lengan kiri saya lebam.Surat penting sy dari akte saya n ijzah disita suami pun KK,akte anak bahkan surat saya buat haji. Saya tinggal drumah mertua yg diberikan untuk suami.Saya sungguh butuh petunjuk,saya rasa suami lbh butuh dibawa kekejiwaan krn sdh halusinasi,destruktif temperament dan skrg bs bengis (sy ngerasa ko ky psikopat 2 thn ini)jadi kalau saya dipukul ambruk nangis terpojok dia semakin menjadi).Saya berasa sendiri.Kel saya khususnya ortu saya masih hdp ibu jantung bpk juga sakit jadi saya tak mau membebani ortu saya.Mohon pencerahan segera.terimakasih

    Ibu dan wanita karir  Nawal Sia
    Anggota

    yaAllah mba sy turut berduka, lbh baik mba lapor polisi. tp dgn persiapan yg cukup dan rencana yg matang.

    Ibu dan wanita karir  wulanzidan
    Anggota

    maaf mbak kalau boleh saran, coba bawa suaminya untuk rukiah...  

    Terimakasih Nawal Sia dan wulanzidan..oh ya ruqyah..ruqyah itu cara bekerjanya harus yg bersangkutan ikhlas,lah diajak berobat gakmau ngamuk palg ruqyah sy sdh 3 ustad angkat tangan..aduh mlh saya bingung danteganya ada perantara habishabisan ngorot saya..ustade dan sy smsm tertipu..uang taksampai ustad (jarak jauh )dikirim doa oleh 30 santri dikirim doa,belom pernah tersentuh langsung,klopun dibawa hrs kondisi taksadar.Saya berasa seorang diri tdk ada keluarga yg mensuport secara tindakan

     

    Halo,

     

    Kami turut prihatin akan kondisi ibu.

    Namun harus dipahami bahwa tindakan KDRT  tidak bisa diputus jika Anda sebagai korban masih tetap melindungi pelaku KDRT itu sendiri. Secara statistik perlakuan KDRT tidak akan berhenti apabila Anda sebagai “victim =korban” masih berlaku sebagai korban (tidak mengambil tindakan tegas akan kondisi yang ada).

    Mengenai kondisi kejiwaan suami yang Anda jelaskan diatas maka memang bisa dikatakan bahwa ada gangguan terhadap kondisi kejiwaan suami ibu. Adanya halusinasi (baik itu penglihatan atau pendengaran), menarik diri dari masyarakat, berkelakuan kasar dll lebih dari 6 bulan sudah termasuk dalam kriteria gangguan jiwa.

    Adapun kemungkinan kondisi ini bisa disebabkan karena adanya =

    1. Skizofrenia.
    2. Gangguan kepribadian ambang.

    Namun untuk menegakkan jenis gangguan jiwa yang diidap suami Anda akan dibutuhkan pemeriksaan medis yang seksama oleh psikiater. Dengan memeriksakan diri ke psikiater maka dokter bisa menyimpulkan permasalahan medis yang sedang suami Anda alami, adakah gangguan kejiwaan atau gangguan lain yang mneyebabkan kejiwaannya terganggu.

    Dengan begitu maka pengobatan bisa diberikan dan kondisi suami bisa stabil.

    Untuk kali ini maka bila suami tidak berniat merubah prilaku atau menyadari adanya gangguan kejiwaan yang dialami maka akan dibutuhkan bantuan pihak ketiga yang Anda percaya dan bisa membantu Anda, bantuan bisa Anda dapatkan melalui keluarga, tokoh masyarakat sekitar, atau polisi serta jika perlu Anda bisa menghubungi langsung dinas perlindungan wanita dan anak anak di kota Jakarta.

    Dengan adanya anak dalam pernikahan Anda maka Anda harus berpikir dengan matang dan meminta bantuan keluarga dekat Anda untuk membantu mengurus anak Anda saat masalah ini Anda coba selesaikan baik melalui pemeriksaan medis maupun  hukum.

    Memiliki support dari keluarga dan orang terdekat Anda akan sangat membantu Anda untuk menyelesaikan masalah yang sedang Anda alami ini.

    Semoga bermanfaat.

     

    dr. Yusi