Tanya Dokter

  • Penularan HIV

  •  Ardi Hamzah
    Anggota

    Umur saya 16 tahun..Sekitar 2 tahun yang lalu.disaat saya masih belum tau apa apa dan ingin mencoba..saya mempunyai pacar..itu menginjak usia 13 tahunan..ditengah2 hubungan..saya kaget dan kecewa karena mendengar pacar saya sudah tidak perawan..sekian hari akhirnya saya tenang dan ingin mencoba hal itu ..melakukan seks..saya tidak tahu apa2 tentang seks waktu itu.akhirnya saya berhubungan seks dengan dia ..akhirnya saya mulai ketagihan melakukan itu . Tapi hanya dengan dia bukan yang lain.tanpa pengaman.Orang yang pertama kali merusak perawanya adalah seorang hyper sex saya dengar dengar waktu itu.pacar saya juga dipaksa..akhirnya saya putus karena dia memilih lelaki lain..akhirnya 2 tahun berlalu saya sangat sadar atas kelakuan saya.saya bertobat dan mohon maaf kepada allah atas perbuatan itu dan berjanji tidak akan melakukanya sebelum nikah..saya sangat menyesal. karena di usia itu saya belum tau apa apa/masih polos.saya ingin tes hiv tapi sangat malu dan di daerah sini cuma ada klinik bisa tes hiv tapi harganya lumayan mahal..yaitu 250 riburupiah.sedangkan rumah sakit jauh sekali.yang ingin saya tanyakan. Apakah saya terinfeksi HIV sejak melakukan hubungan itu 2 tahun lebih yang lalu? Saya belum merasakan gejala gejalanya atau mungkin lupa karena sudah 2 tahun berlalu.tapi ini sangat mengganggu pikiran saya karena saya ingin punya masa depan yang baik.tolong jawabanya dok.erima kasih.

    Ardi Hamzah  Ardi Hamzah
    Anggota

    Tolongdijawab dook

    Hai, Infeksi HIV dapat ditularkan melalui kontak cairan tubuh, yaitu melalui transfusi darah, hubungan seksual beresiko, penggunaan jarum suntik bersama, tertusuk jarum yang terinfeksi, serta penularan dari ibu ke anak yang dikandungnya. Semua hubungan seksual yang beresiko memiliki kemungkinan untuk penularan infeksi HIV. Kita tidak pernah tahu kapan penularan akan terjadi, kepada siapa, dan pada hubungan seksual yang ke berapa. Sayang sekali tidak ada cara lain untuk memastikan apakah seseorang terinfeksi HIV atau tidak selain melalui tes deteksi HIV. Sekalipun muncul keluhan-keluhan yang menyerupai gejala HIV, kepastian diagnosis hanya didapatkan melalui tes deteksi HIV. Anda dapat melakukan tes deteksi HIV pada klinik VCT (voluntary counseling and testing) yaitu melalui konseling dan pemeriksaan darah. Selain itu berbagai rumah sakit dan klinik menyediakan layanan pemeriksaan HIV. Daftar rumah sakit dan layanan tersebut dapat dibaca pada tautan berikut ini: Daftar rumah sakit rujukan HIV/AIDS Layanan HIV/AIDS Tes deteksi HIV dapat dilakukan setelah 3 bulan terjadinya kontak beresiko, yaitu untuk menghindari periode jendela (di mana infeksi HIV telah terjadi namun belum terdeteksi dalam darah). Bila hasilnya negatif dapat diulang 3 bulan kemudian untuk memastikan hasilnya. Penjelasan selengkapnya dapat dibaca pada laman berikut ini: HIV/AIDS Memeriksakan diri untuk deteksi HIV Demikian semoga bermanfaat. Salam, dr. Muliani Sukiman