Tanya Dokter

  • Mengatasi keputihan yang semakin gatal setelah keguguran

  •  Parhana
    Anggota
    Maaf dok saya ingin bertanya Saya tidak tahu waktu sebulan yang lalu di bulan Agustus saya hamil atau tidak , bulan itu saya mengalami gejala kehamilan seperti mual dan mudah lelah dan payudara saya sakit di luar mendekati masa haid ,saya pernah tespeck hasilnya 1 kali positif dengan satu garis samar ,dan saya tes lagi 2 Minggu kemudian hasilnya negatif ,dan 3 hari kemudian saya tes lagi ,tetap hasilnya negatif ,jadi saya anggap bahwa saya tidak hamil . Namun setelah itu Saya sering merasakan sakit perut bagian bawah di bagian kiri dan tengah terkadang sebelah kanan yang terasa sakit sekali ,dan pada bulan September tanggal 21 sampai 26 saya tidak tahu apakah itu darah haid atau keguguran ,di hari pertama saya mengeluarkan banyak darah berwarna merah terang ,hari ke 2 saya mengeluarkan darah dan di darah itu saya melihat seperti selaput tipis berwarna putih saya tidak tahu itu apa ,hari ke 3 dan ke 4 saya mengeluarkan darah berwarna hitam kental dan berlendir ,hari ke 5 dan ke 6 darah yang keluar coklat kemerahan , setelah itu bersih .setelah itu gejala seperti mual ,payudara sakit dan sakit perut bagian bawah perlahan lahan menghilang selama 2 Minggu ,namun yang sering muncul sampai sekarang sakit kepala ,dan keputihan yang berwarna kuning kental . Yang jadi pertanyaan ,apakah itu darah keguguran atau darah haid ,jika keguguran apakah rahim saya sudah bersih ,karna waktu itu saya pernah USG setelah 2 Minggu selesai keluar darah ,kata dokternya rahim baik baik saja normal tidak ada kehamilan ,jika benar itu keguguran apakah keputihan saya yang semakin kuning dan kental sering di Sertai rasa gatal ,apakah itu termasuk infeksi akibat keguguran ,dan saya harus gimana dok saya takut ,tolong jawabannya dok ? Maaf kepanjangan
    Parhana  Parhana
    Anggota
    Dok tolong jawabannya

    Hai Parhana. Terima kasih atas pertanyaan anda.

    Keguguran adalah keluarnya embrio secara spontan dari dalam kandungan sebelum usia 20 minggu kehamilan dan ini adaalah salah satu masalah pada kehamilan yang sering terjadi. Gejala yang paling sering terjadi pada kasus keguguran adalah adanya perdarahan atau bercak flek disertai dengan kram perut bagian bawah dan dapat disertai dengan keluarnya cairan atau jaringan seperti gumpalan darah dari vagina. Keguguran tentu terjadi bila anda memang benar-benar hamil.

    Testpack adalah alat uji kehamilan berbentuk stik yang dirancang untuk mengetahui apakah urine yang dijadikan sampel mengandung hormon hCG yang dihasilkan oleh sel telur yang telah dibuahi menempel di dinding rahim. Namu terkadang hasil tespack ini dapat berupa positif palsu maupun negatif palsu. Pada kasus positif palsu dimana hasil menunjukkan positif namun anda tidak mengalami kehamilan dapat disebabkan oleh penggunaan obat yang mengandung HCG atau meskipun jarang dapat disebabkan oleh tumor atau kondisi lain yang menyebabkan peningkatan HCG. Sedangkan pada negatif palsu dimana hasil pada test pack negatif padahal melalui USG anda dinyatakan hamil dapat disebabkan oleh kadar hormon HCG yang masih terlalu renda di dlaam urin ketika anda memeriksa, atau cara penggunaan alat yang salah, atau karena alat yang tidak berfungsi dengan baik. Hal ii juga unutk memastikan apakah perdarahan yang anda alami adalah perdarahan karena keguguran atau haid, karena bila anda memang dinyatakan hamil dan mengalami perdarahan maka dapat dikatakan perdarahan karena keguguran dan bila tidka hamil maka darah haid.

    Mengenai keputihan, sesungguhnya merupakan mekanisme normal untuk menjaga dan melindungi vagina. Keputihan dapat dikatakan  normal bila tidak berbau, tidak berwarna, tidak disertai nyeri gatal atau gejala lain. jika anda memang mengalami keluhan berupa keputihan disertai gejala lain seperti gatal, berwarna dll sebaiknya anda memeriksakan diri ke dokter kandungan untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang sesuai. Dan bantulah proses pengobatan dengan:

    • Hindari penggunaan pakaian yang terlalu ketat
    • Hindari penggunaan pakain dalam yang lembab
    • Hindari menggunakan pantyliner terlalu sering
    • Sering-seringlah ganti pembalut
    • Jagalah kebersihan area kewanitaan anda.

    Semoga bermanfaat.

    Salam, dr. Dian