Tanya Dokter

  • Apakah saya positif menderita diabetes melitus?

  •  anto bagus
    Anggota

    Dok, umur saya 32 thn, 1,5 bulan lalu saya melakukan cek gula darah acak hasilnya 270 mg/dl, setelah itu saya mulai merubah gaya hidup dan pola makan tes gula darah seminggu kemudian 191 mg/dl, 3 minggu kemudian 185 mg/dl (cek gula sewaktunya rata-rata 3 jam sesudah makan), cek gula puasa 132 mg/dl (seminggu dari yg 270 mg/dl)... gejala DM yg saya alami hanya berat badan menurun sampai 9 kg dalam 3 bulan, untuk BAK pada malam hari tidak saya alami sama sekali padahal sebelum tidur saya selalu minum segelas air, sehari sebelum cek gula darah yg 270 mg/dl tadi saya jg sempat jatuh dr motor dan luka lumayan parah di kaki tp sdh sembuh normal kira-kira 20 hari, keluarga saya sampai kakek-nenek jg tidak ada tg riwayat DM. Apakah dengan cek gula darah yg sempat 270 mg/dl dan 132 mg/dl (puasa) dan berat badan yg turun apa saya bisa dikatakan positif DM dok?

    Hai, Penderita kencing manis / diabetes mellitus adalah mereka yang mengalami gangguan produksi insulin atau mengalami kekurangan insulin relatif. Insulin merupakan hormon yang dihasilkan oleh organ pankreas dan berfungsi untuk memasukkan gula darah ke dalam sel-sel yang membutuhkan. Baik kekurangan insulin secara absolut (yaitu gangguan produksi) maupun secara relatif (yaitu insulin sebenarnya diproduksi cukup, namun kebutuhan tubuh akan insulin amat meningkat) akan menyebabkan peningkatan kadar gula darah. Meskipun kadar gula darah Anda kemungkinan besar mengisyaratkan adanya kencing manis / diabetes mellitus (DM), masih ada kemungkinan penyakit lain yang dapat meningkatkan gula darah seperti:

    • Sindrom Cushing - yaitu akibat paparan obat kortikosteroid yang berlebihan atau karena suatu tumor di organ dalam otak/tumor di kelenjar anak ginjal.
    • Kerusakan pankreas oleh sebab apapun sehingga produksi insulin terganggu
    Hasil pemeriksaan yang mengarah ke DM adalah sebagai berikut: Keluhan umum diabetes (banyak makan, banyak minum, banyak kencing, penurunan berat badan) ATAU salah satu dari ketiga hal berikut (dengan pemeriksaan berkala):
    1. Gula darah sewaktu > 200 mg/dL
    2. Gula darah puasa > 126 mg/dL
    3. Tes toleransi glukosa (suatu tes DM khusus dengan meminta Anda minum segelas air gula dan diperiksakan 2 jam kemudian) > 200 mg/dL
    Kami menganjurkan Anda untuk berkonsultasi dahulu pada Dokter Anda atau Dokter Spesialis Penyakit Dalam (Sp. PD) agar kemungkinan diagnosa yang lain dapat disingkirkan. Selain itu, Anda mungkin akan menjalani pemeriksaan fisik, pemeriksaan darah, pemeriksaan gula yang lebih spesifik (seperti HbA1C) dan pemeriksaan USG / CT-Scan bila dirasa perlu. Untuk sementara waktu, Anda dapat mencoba beberapa tips berikut:
    • Berolahraga secara teratur setidaknya 30 menit sehari, dan >4x / minggu; olahraga yang dianjurkan antara lain jogging, senam, bersepeda dan berenang
    • Utamakan asupan karbohidrat kompleks (bukan sederhana seperti gula pasir dan makanan manis lainnya), misalnya: beras merah, ubi, kentang dan gandum
    • Beristirahatlah secara cukup setiap harinya, hindari bergadang
    • Kelola stress Anda dengan baik
    • Kurangi paparan asap rokok dan alkohol, guna menghindari risiko penyakit tak menular seperti stroke dan penyakit jantung koroner
    Sekian, semoga membantu. dr. Radius Kusuma

    anto bagus  anto bagus
    Anggota

    3 bulan lalu saya mengalami luka terkena benda tajam dan sampai harus dijahit dua lapisan dok, tp saya tidak merasakan rasa sakit yg parah oleh karena saya tidak meminum obat² yg diberikan dokter stlh luka saya dijahit. Apakah itu bisa penyebab diabetes, sebab saya pernah baca diabetes tipe 1 bisa disebabkan krn infeksi dan says merasakan perubahan berat badan yg menurun stlh kejadian itu?

    Hai, Tidak merasakan sakit pada saat dijahit mungkin disebabkan karena pemberian obat bius sebelumnya disertai pemberian obat anti-nyeri pasca jahitan yang optimal oleh Dokter yang bersangkutan. Mungkin juga karena komplikasi saraf dari penyakit diabetes atau penyakit lainnya telah merusak saraf penghantar nyeri. Diabetes tipe 1 biasanya muncul pada anak-anak dan disebabkan oleh kerusakan bagian pankreas yang memroduksi insulin; kerusakan pankreas ini dapat disebabkan berbagai hal, dan salah satunya memang adalah infeksi. Penurunan berat badan juga dapat menjadi salah satu gejala diabetes meskipun bisa disebabkan oleh hal lain seperti kelainan kelenjar gondok, penyakit TBC, infeksi HIV/AIDS, keganasan dan sebagainya. Sekian, semoga bermanfaat. dr. Radius Kusuma