Tanya Dokter

  • Faktor resiko penularan penyakit hiv/aids

  •  Midi Mikhail
    Anggota

    Apakah saya sudah pasti tidak kena HIV?

    Karena terakhir melakukan perbuatan tahun 2012 (5 tahun lalu) dan sudah test 2 kali hasilnya negatif (non reaktif)?

    Apakah perlu diulang untuk test jenis lain

     

    Halo dok. Mohon bantu saya untuk jelaskan kondisi saya yang sebenarnya?

    Saya seorang gay, namun saya tidak pernah melakukan anal seks. Tapi saya pernah melakukan oral seks dan onani yang beresiko.

    Begini cerita lengkapnya dok.

     

    Pada tahun 2009 saya pernah oral seks dengan teman saya, sebut saja Andre. Cairan precum sempat masuk ke mulut saya. Si Andre ini sering gonta-ganti pasangan. Dia biseksual, pernah ML sama beberapa cewek dan beberapa cowok.

    Beberapa minggu setelah melakukan itu, saya flu, demam, seluruh tubuh saya rasanya sakit. Namun sembuh dalam beberapa hari.

     

    Kemudian Pada tahun 2012, saya melakukan perbuatan beresiko lagi dengan cowok, sebut saja Jerry.

    Si  jerry ini tipe orang yang suka seks sama siapa aja dok. Padahal sudah punya anak istri.

    Dia pernah berhubungan seks sama perempuan, laki-laki bahkan waria sekalipun.

    Tapi antara saya dengan si jerry tidak pernah ada oral apalagi anal seks.

    Tapi kami melakukan perbuatan yaitu dengan meng-onani satu sama lain. Jadi si jerry memainkan penis saya, saya memainkan penis nya si jerry. Itu berlangsung 3 kali, karena saya pikir perbuatan ini tidak beresiko.

    Tapi ada satu kejadian dimana sperma si jerry muncrat dan tumpah di kaki saya yang pada saat itu ada luka dan darahnya belum kering. Dan saya tidak langsung membersihkan,  karena pada saat itu saya tidak sadar.

    Saya baru sadar setelah berjam-jam kemudian, saya pulang ke rumah, berniat mau membersihkan luka saya dan baru lihat bahwa di luka kaki saya ada seperti lendir kering yang menempel.

    Nah dari situlah saya baru ingat, bahwa ini sperma nya si jerry masih menempel. Barulah itu saya bersihkan dengan air dan betadine.

    Beberapa minggu setelah kejadian itu saya flu, demam, diare,  sariawan dan ada bintik-bintik merah di kulit tangan dan kaki saya.

     

     

    Dan  setelah  itu hingga saat ini, saya tidak pernah lagi melakukan hubungan atau perbuatan beresiko lainnya karena saya mau berubah dan ingin hidup sebagai orang yang hidupnya lurus aja. Nggak mau lagi berbuat hal-hal kayak gitu.

    Nah masalahnya sekarang saya sudah tidak pernah lagi bertemu dengan Andre maupun Jerry. Mereka seperti hilang jejak. Yang saya khawatirkan jangan-jangan mereka sudah meninggal karena AIDS.

     

    Karena saya khawatir dengan kondisi saya, tahu 2016 saya beranikan diri untuk tes HIV. Hasilnya non reaktif.

    Saya awalnya sudah lega dengan hasil test ini, namun sekarang ini saya mengalami gejala penyakit yg sebelumnya belum pernah saya alami, yaitu sebagai berikut:

    -sakit leher seperti kram/pegal

    -muncul ruam-ruam di daerah dada,  perut dan ketiak.  Ruam ini kadang gatal kadang tidak.

    Ruam berbentuk lingkaran merah dan di sisi lingkarannya terdapat gelembung kecil seperti komedo/jerawat.

    -terkadang terasa gatal di sekujur tubuh.

    -mata saya terasa gatal, panas dan perih dalam beberapa hari ini.

    -ketiak terasa agak membesar, seperti ada benjolan dan terkadang terasa gatal. Namun jika ditekan atau dipegang, tidak terasa nyeri atau sakit.

     

    Lalu saya test HIV dgn metode Elisa di rumah sakit pemerintah. Dan hasilnya no reaktif pada pemeriksaan reagen pertama.

    Saya bertanya pada dokter nya, “apakah saya perlu melakukan pemeriksaan ulang/ lebih lanjut?”

    Dia bilang tidak perlu. Ini hasilnya sudah jelas negatif. Kalau masih ragu silahkan periksa di rumah sakit lain

    Lalu saya tanya lagi,” apakah ini artinya saya benar-benar tidak terinfeksi HIV?”

    Dia bilang,” saya nggak bisa memastikan, bisa jadi saat ini antibodi kamu masih kuat, jadi virusnya tidak terdeteksi. Coba aja nanti test lagi tahun depan”

     

    Mendengar pernyataan dokter tersebut, saya masih belum merasa lega. Saya masih terus merasa khawatir hingga saat ini.

    PERTANYAAN SAYA:

    1.       Apakah dari perbuatan saya tersebut sangat mungkin menularkan HIV?

    2.       Apakah saya perlu melakukan test lebih lanjut untuk memastikan kondisi saya? Jika ia maka test jenis apa yang harus saya jalani agar saya bisa memastikan status HIV saya?

    3.       Apakah saya memang perlu tes HIV setiap tahun untuk memastikan kondisi saya?

    Jika memang ia, sampai di tahun berapa saya bisa dipastikan tidak terinfeksi HIV?

    4.       Tolong dijawab dok, karena saya jadi stress sejak 1 tahun terakhir karena masalah ini?

    Mohon jelaskan apakah saya ini pasti sudah tidak terinfeksi atau masih perlu cek terus terusan?

     

    Tahun 2018 saya sudah berencana akan menikahi seorang wanita dan hidup normal dok.

    Jadi mohon dengan sangat, bagaimana saya bisa mendapatkan kepastian tentang status HIV saya.

    Agar saya bisa menjalankan hidup normal dengan hati yang tenang.

     

    Halo Midi Mikhail, 

    HIV ditularkan melalui orang yang POSITIF HIV ke orang yang sehat/negatif HIV, melalui tindakan-tindakan tertentu yang beresiko menularkan HIV. Sesama orang yang negatif HIV tidak bisa menularkan HIV karena HIV adalah virus yang menular dari manusia ke manusia. Berdasarkan CDC (Centers for Disease Control and Prevention), tindakan yang paling beresiko untuk menularkan HIV dari orang yang positif ke orang yang sehat adalah transfusi darah, kemungkinan kejadian tertularnya 9250/10.000. Kemudian di bawahnya adalah penerima (recetive) anal sex, kemungkinannya adalah 138/10.000. Berganti-gantian menggunakan satu suntikan untuk memasukkan obat ke dalam pembuluh darah  63/10.000, injeksi pada kulit (percutaneus) 23/10.000, pelaku (insertive) anal sex 11/10.000, penerima vaginal sex 8/10.000, pelaku vaginal sex (pria) 4/10.000. Oral sex baik penerima maupun pelakunya resikonya rendah, meskipun tidak bisa diabaikan. Kontak dengan cairan vagina atau sperma, berbagi sex toys, dan gigitan resikonya sangat rendah sehingga bisa diabaikan, walaupun bisa saja pada keadaan tertentu misalnya viral load (jumlah virus dalam darah) sangat tinggi, orang yang sehat dapat tertular, tetapi sangat jarang. Selain tindakan-tindakan di atas, HIV juga bisa menular dari ibu ke bayinya baik saat hamil, melahirkan, dan menyusui. 

    Berdasarkan cerita Anda, Anda melakukan oral sex dan terkena cipratan sperma. Jawabannya adalah jika pasangan Anda positif HIV, Anda bisa saja tertular walaupun kemungkinannya kecil. Kemungkinannya meningkat jika ada luka di penis dan di mulut Anda. Perlu diingat, selain HIV banyak penyakit menular seksual lainnya seperti sifilis, gonore, hepatitis, klamidia, dll. Bisa saja gejala yang Anda alami disebabkan karena penyakit menular seksual lainnya. 

    Setelah virus masuk, tubuh membentuk antibodi untuk melawan virus. Antibodi inilah yang bisa dideteksi saat tes HIV. Tetapi antibodi ini tidak bisa langsung terdeteksi. Ada masa di mana virus sudah ada namun antibodi belum bisa terdeteksi yang dinamakan window period. Sehingga biasanya diberi jarak antara tindakan beresiko dengan tes HIV. Ada beberapa macam tes HIV

    • Tes antibodi HIV, bisa mendeteksi HIV 23 hari-90 hari setelah terkena virus HIV, tes yang paling umum dilakukan dan tersedia dalam bentuk  home test
    • Tes kombinasi antigen-antibodi HIV, bisa mendeteksi HIV 18-45 hari setelah paparan terhadap virus jika darah diambil dari vena, dan setidaknya 18-90 hari jika darah diambil dari jari dengan home test kit 
    • Tes NAT (nucleic acid test) sudah bisa mendeteksi HIV 10-22 hari setelah paparan tetapi sangat mahal

     

    Setelah tindakan beresiko, umumnya tes HIV bisa dilakukan setidaknya satu bulan setelah tindakan beresiko, dan jika hasilnya negatif, bisa diulang 3 bulan kemudian karena 5% orang memiliki reaksi tubuh terhadap HIV lebih lambat. Jika pada keduanya negatif, Anda bisa yakin Anda negatif HIV, HANYA JIKA Anda tidak melakukan tindakan beresiko sebelum tes yang terakhir. 

    Saat ini sudah 5 tahun dari tindakan beresiko dan Anda sudah melakukan tes dua kali bahkan dengan jarak yang cukup jauh, Anda negatif HIV. Hal ini menandakan Anda negatif HIV. Jika Anda ragu Anda dapat mengulang tes HIV satu kali lagi 3 bulan setelah tes ini, sebaiknya disertai dengan tes penyakit menular seksual yang lain mengingat Anda akan menikah. Tidak perlu mengulangi tes setiap tahun untuk HIV, jika Anda tidak melakukan tindakan beresiko setelah tes terakhir dan pasangan Anda negatif HIV. 

    Anda bisa mendiskusikan pada dokter untuk melakukan tes penyakit menular seksual yang lengkap, termasuk sifilis, hepatitis dan HIV. 

    Semoga membantu ya, 

    dr. Mega